Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kubu Dharnawati Ungkap Dugaan Keterlibatan Muhaimin Iskandar

Kubu kuasa Direksi PT Alam Jaya Papua Dharnawati kembali mengungkapkan keterlibatan Mennakertrans Muhaimin Iskandar dalam kasus suap.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Ade Mayasanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com Vanroy Pakpahan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kubu kuasa Direksi PT Alam Jaya Papua Dharnawati kembali mengungkapkan keterlibatan Mennakertrans Muhaimin Iskandar dalam kasus suap program percepatan pembangunan infrastruktur daerah transmigrasi di Kemennakertrans. Menurut mereka, saat meminta uang, Kabag program dan evaluasi Setditjen P2KT Dadong Irbarelawan mengaku diperintah oleh Muhaimin.

"Pak Dadong yang minta, Dadong mengatakan ini ada permintaan dari Menteri. Kalau ada uangnya langsung diserahkan kepada orangnya Pak Menteri," kata Penasihat Hukum Dharnawati, Muhammad Burhanuddin di Gedung KPK, Rabu (7/9/2011) malam.

Orang Muhaimin yang dimaksud Dadong itu adalah Fauzi. Fauzi disebut kubu Dharnawati sebagai staf pribadi Muhaimin. Menurut Dadong, uang itu nantinya akan diserahkan kepada Muhaimin melalui Fauzi sebagai pihak yang diberikan wewenang oleh Muhaimin untuk berhubungan langsung dengan Ketua Umum PKB itu.

"Ibu Dharnawati tidak kenal dengan Menteri secara langsung dan komunikasi dengan pak Menteri. Tapi dari Dadong dan I Nyoman ada orangnya pak Menteri. Ada orangnya pak Menteri yang perlu dihubungi yaitu Fauzi. Kalau mau dibongkar kasus ini ya dari Fauzi," ucapnya.

Peran Dadong dan I Nyoman sendiri, kata Burhanuddin hanya sebagai pihak yang menghubungi Dharnawati untuk menghaturkan niat meminta uang. "Yang menghubungi ibu Dharna itu I Nyoman dan Dadong. Dadong yang aktif menghubungi. Sehingga muncul nama yang diindikasikan dekat dengan Menteri yaitu Fauzi. Lalu muncul Sindu Malik lalu Acoz," tuturnya.

Kemarin, Dharnawati kembali diperiksa penyidik KPK hingga hampir tengah malam. Pemeriksaan itu adalah pemeriksaan lanjutan. "Substansi pemeriksaan, mengungkap peran peran nama yang disebutkan. Keterkaitan-keterkaitan, hasil rekaman, SMS nya ada. Ada beberapa penambahan pertanyaan, sekitar 7. Barang bukti yang disita pada saat dia ditangkap, itu dibuat BAP, termasuk mobil yang dipakai dan lalu disita. Ditandatangani BAP nya tadi," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Lalu motif apa, dalam rangka apa berada di Kemennakertrans, sedang apa dia disana, modus terkait kardus, siapa yang dia beri disana (Kemennakertrans), dari BNI uang itu kemana, di ruang mana uang ditaruh," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas