Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

GP Ansor Desak SBY Nyatakan Perang Melawan Radikalisme

Gerakan Pemuda (GP) Ansor, meminta Presiden SBY, selaku kepala pemerintahan untuk menyatakan perang melawan kelompok radikal

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi Masyarakat bagian dari Nadathul Ulama (NU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor, meminta Presiden SBY, selaku kepala pemerintahan untuk menyatakan perang melawan kelompok radikal yang ada di Indonesia. Tuntutan tersebut muncul setelah aksi bom bunuh diri di Gereja Betel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Tegalharjo, Jebres, Solo, sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (25/9/2011).

"Kita minta Presiden SBY harus berani menyatakan perang terhadap tindakan radikalisasi apalagi yang mengatasnamakan agama. Negara tak boleh kompromi terhadap kelompok yang mengatasnamakan agama melakukan radikalisasi, negara tak boleh kompromi dan kalah, dan negara wajib memberikan perlindungan terhadap kebebasan beragama," seru Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid, dalam acara jumpa pers yang digelar di kantor sekretariat GP Ansor, Jakarta.

GP Ansor, menurut Nusron, menyatakan ikut turut serta dalam perang melawan kelompok radikal. Tindakan konkrit yang dilakukan GP Ansor, menurut Nusron, adalah dengan mengerahkan anggota Banser GP Ansor, menjaga gereja dan rumah ibadah lainnya.

"Sejak siang kami mengirimkan kader kita, Banser, dan mengadakan doa bersama di lokasi kejadian, bersama umat beragama lainnya, ini merupakan komitmen beragama kita dan Pancasila," serunya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah bom meledak di Gereja Betel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Tegalharjo, Jebres, Solo, sekitar pukul 11.00 WIB.

Diketahui satu orang tewas dan puluhan jamaah gereja luka-luka. Korban tewas dinyatakan oleh pihak kepolisian, merupakan pelaku peledakan.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas