Ujang, Pengusaha Besi Tua, Sang Pemburu Barang Lelang
Ujang menjadi pembeli terbanyak dari 48 peserta lelang. 17 item diborong Ujang dengan total nominal yang harus dibayarkannya sekitar Rp110 juta
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Yudie Thirzano
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hari itu tidak ada yang menyangka pria berpenampilan sederhana dengan balutan jaket kulit berwarna cokelat dan tas sandang ini, akan memborong banyak barang lelang eks gratifikasi, di aula Prijadi Praptosuhardjo (gedung eks MA), Lingkungan Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/10/2011).
Mengambil kursi paling belakang, Ujang yang memiliki nama lengkap Haji Jufri ini tampak benar-benar bernafsu sejak awal lelang. Dia ingin memiliki jam tangan Merk ROLEX, yang merupakan hadiah (barang gratifikasi) yang dilaporkan Menteri Pertanian Suswono kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Panitia Pelaksana Lelang, Kementerian Keuangan dalam hal ini Direktorat Jenderal Kekayaan Negara melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta V, langsung membuka harga Rp59,625,743. Tawar menawar pun terjadi antara Ujang dengan 10 peserta lainnya untuk mendapatkan jam bermerek dunia.
Namun, akhirnya, Ujang menjadi pemilik jam tangan berkelas tersebut dengan harga penawaran tertinggi Rp68.200.000.
Lebih lanjut, dari 68 item barang yang dilelang Selasa (11/10/2011), Ujang menjadi pembeli terbanyak dari 48 peserta lelang. 17 item diborong Ujang dengan total nominal yang harus dibayarkannya sekitar Rp110 juta.
“17 item barang yang saya beli dan borong pada lelang hari ini. Saya borong semua, saya senang koleksi. Totalnya Rp110 juta semua nominal kurang lebih nya. Yang paling tinggi jam Rolex Rp68 juta, yang besaing dengan 10 orang,” demikian diungkapkan Ujang yang sehari-hari dikenal sebagai pengusaha besi tua di bilangan Kompleks DKI, usai acara lelang.
Dia mengaku senang sekali bisa membeli banyak barang yang akan menambah koleksi dirinya. Apalagi, menurutnya, semua barang yang dilelang hari ini adalah hadiah yang ditujukan kepada Menteri dan pejabat Negara. Kesenangan tak ternilai baginya, adalah Jam tangan Rolex yang merupakan hadiah kepada Menteri Pertanian Suswono.
“Hadiah dari Menteri (pertanian-red) kan itu tadi. Jadi saya ambil, karena itu kesenangan buat kami sendiri,” ucapnya sembari meluapkan kegembiraannya dengan melepas senyuman.
“Rolex itu yang istimewa. Dari awal kami mulai kemarin sudah saya kencengin niat untuk membelinya. Kalau di pasar kemarin saya tanya Rp95 juta, ada diskon mungkin harga akhirnya Rp85 jutaan. Jadi ada selisihlah Rp20 jutaan,” lanjutnya.
Mengenai motivasi memborong, dia mengaku hanya ingin mengoleksi saja. Tidak lebih. “Ingin memiliki dan juga untuk koleksi juga. Saya kolektor, dan juga kalau ada pembeli dan jual lagi. Kalau ada yang senang dan niat saya lepas,” ucapnya.
Lebih lanjut dia mengaku selama ini koleksinya terbanyak adalah semua jenis jam dari berbagai merek.