Demokrat: Kritik Megawati Sudah Biasa dan Rutin
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, menilai kritik Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri kepada Presiden SBY
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, menilai kritik Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri kepada Presiden SBY adalah sesuatu hal yang biasa dan rutin terjadi.
Seperti diberitakan Megawati Soekarnoputri hari ini mengkritik keras Presiden SBY yang tidak memiliki nyali memprotes Pemerintah Malaysia, terkait pencaplokan wilayah Indonesia, di Dusun Camar Bulan, dan Tanjung Datu, Kalimantan Barat.
"Itu kritikan biasa dan rutin (dilakukan Megawati)," kata Mubarok ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Rabu (12/10/2011).
Komentar Mubarok terkait Megawati hanya itu. Selebihnya, Mubarok lebih banyak menanggapi soal polemik perbatasan wilayah Indonesia. "Yang jelas soal itu sudah dari dulu sejak zaman Pak Harto (Presiden Soeharto)," kata dia.
Dijelaskan masalah kebijakan anggaran untuk wilayah perbatasan memang harus mendapat perhatian serius terutama dari DPR.
"Sementara kebijakan anggaran untuk perbatasan tidak pernah diloloskan DPR. Itu harusnya menjadi kesadaran bersama," kata dia.