Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ruang Kelas SD Cangkuang 2 Nyaris Roboh

Fasilitas kegiatan belajar mengajar di SD Cangkuang 2 di Kampung Cangkuang, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM, RANCAEKEK - Fasilitas kegiatan belajar mengajar di SD Cangkuang 2 di Kampung Cangkuang, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, dalam kondisi memprihatinkan. Dari dua belas ruangan yang dipakai, tiga di antaranya nyaris roboh.

"Tujuh ruangan kelas digunakan untuk 418 siswa. Kelas yang hampir roboh itu digunakan oleh kelas 6 SD Cangkuang II. Atapnya pun bolong dan kayu-kayu penyangga sudah hampir roboh," kata Kepala SD Cangkuang 2, Surtia Budiwati, saat ditemui di lokasi SD, Rabu (19/10/2011).

Surtia mengatakan, jumlah siswa yang mencapai 400 lebih itu tidak sebanding dengan ruang kelas yang tersedia. Ia pun terpaksa tetap menggunakan ruang kelas yang mau roboh itu untuk kegiatan belajar mengajar,

Ini berbeda dengan kondisi bangunan di SD Cangkuang I yang memiliki sebelas ruang kelas dengan siswa sebanyak 385 orang. "Karena kurangnya ruang kelas, kami memberlakukan kelas pagi dan juga kelas siang. Tapi itu juga banyak orang tua siswa yang mengeluh karena jika masuk siang, siswa tidak bisa mengikuti sekolah agama saat sore hari," ujarnya.

Karena tidak mungkin memberlakukan kelas pagi secara keseluruhan, lanjut Surtia, solusinya memberlakukan kelas pagi dan siang secara bergilir selama seminggu sekali. "Jadi ada siswa yang seminggu masuk kelas siang dan juga ada siswa yang masuk kelas pagi,"kata dia.

Buruknya kondisi ruang kelas 6 SD Cangkuang 2, membuat murid-muridnya menjadi bahan ejekan murid SD Cangkuang 1 yang posisinya berhadapan. "Mereka mah sombong, mentang-mentang kelasnya pada bagus, suka mengejek kelas kami yang hampir roboh," kata Dindin Fajar (10), siswa kelas 6 SD Cangkuang 2 yang menggunakan ruang kelas yang hampir roboh.

Jika siswa SD Cangkuang I bermain bola di lapang SD tersebut, kata Dindin, mereka sering mengejek. "Pernah suatu saat kami sedang dengar penjelasan bu guru, mereka sedang bermain bola. Tiba-tiba mereka ada yang nyeletuk, awas nendang-nya jangan keras-keras dan jangan kena ke ruang kelas 6, nanti bikin roboh, sambil-ketawa-ketawa," ujar Dindin.

Rekomendasi Untuk Anda

Tentang hal itu, Surtia membenarkan seringkali siswa kelas 6 SD Cangkuan 2 saling ejek dengan siswa SD Cangkuang I. "Kalau sudah seperti itu, biasanya saya atau guru lain mendatangi guru SD Cangkuang 1. Hanya meminta tolong agar memperhatikan siswanya, supaya tidak terjadi kericuhan seusai pulang sekolah," ujar Surtia.

Selain di SD Cangkuang 2, ruang kelas di sejumlah SD lainnya di Kecamatan Rancaekek juga rusak berat. Sebanyak 8 SD rusak berat dan lima SD lainnya rusak ringan.

Adapun bangunan yang rusak itu antara lain SD Karapyak II, SD Sukawangi, SD Rancaekek VII, SD Sukamanah, SD Bojong Salam I dan SD Sukamaju.
"Untuk bangunan yang rusak ringan sebanyak lima belas SD, semua tersebar di Kecamatan Rancaekek," ujar Kepala UPTD Pendidikan TK/SD Kecamatan Rancaekek, Drs H Deden Sudaryat, saat ditemui di Rancaekek, Rabu (19/10).

"Kami telah mengajukan anggaran untuk perbaikan bangunan SD yang rusak itu. Anggaran dari APBD Kabupaten Bandung mencapai Rp 4 miliar dan ada tambahan dari dana alokasi khusus. Total semuanya mencapai Rp 23 miliar," kata Deden.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Juhana mengatakan Pemkab Bandung telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan bangunan SD di seluruh Kabupaten Bandung. Pelaksanannya akan dimulai pada 2012.

"Sekarang sedang dalam proses pelelangan dulu. Direncanakan 2012 sudah akan dimulai perbaikannya," kata Juhana saat dihubungi melalui telepon seluler, kemarin. (ee)

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas