Suhu Bojonegoro 44 Derajat Celcius Lebih Panas dari Mekkah
Suhu udara di Kota Bojonegoro, Kamis (20/10/2011), mencapai 43,8 derajat Celsius.
Editor:
Yudie Thirzano
TRIBUNNEWS.COM, BOJONEGORO - Suhu udara di Kota Bojonegoro, Kamis (20/10/2011), mencapai 43,8 derajat Celsius. Ini melampaui suhu udara di Mekkah, Arab Saudi, yang kemarin hanya 40 derajat Celsius.
Hasil pengukuran yang dilakukan petugas Bagian Lingkungan Hidup Pemkab Bojonegoro menunjukkan bahwa suhu udara di tempat terbuka pada pukul 12.00 WIB kemarin mencapai 110,1 derajat Fahrenheit atau 43,8 derajat Celsius.
Demikian pula di tempat teduh, yakni di bawah pohon di lingkungan kantor pemkab, menunjukkan 102,7 derajat Fahrenheit atau 39,2 derajat Celsius. Udara panas menyengat ini membuat warga merasa gerah.
"Sebaiknya warga mengurangi aktivitas di luar rumah, karena dalam beberapa hari ini suhu di luar rumah cukup panas," kata Kabag Lingkungan Hidup Pemkab Bojonegoro Suharto, Kamis (20/10/2011).
Suharto mengaku tidak punya pembanding suhu udara tertinggi pada tahun-tahun sebelumnya di Bojonegoro. Karenanya, ia tak berani menyimpulkan bahwa suhu udara kemarin itu paling ekstrem atau tidak.
Menurut Suharto, panas ini tak lepas dari semakin banyaknya hutan gundul. Karena sebagian besar lahan berupa tanah berkapur, maka saat musim kemarau seperti sekarang ikut memantulkan panas. "Apakah pembakaran gas di lapangan Sukowati di daerah Soko, Tuban, turut menyumbang suhu udara panas, saya kurang tahu," katanya.
Suhu udara di Bojonegoro yang mencapai 43,8 derajat Celsius, maka rekor ini melampaui Makkah di Saudi Arabia yang memang terkenal panasnya. Catatan timeanddate.com, Kamis (20/10/2011) menunjukkan bahwa suhu udara di kota suci itu mencapai 40 derajat Celcius (pukul 14.29 waktu setempat). Ini melampaui suhu di Doha 38 derajat Celcius (pukul 14.43), Madinah 36 derajat Celcius (pukul 14.31), dan Riyadh 36 derajat Celcius (pukul 14.30).
Baca tanpa iklan