Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mabes Polri Kirim 170 Brimob Kelapa Dua Depok ke Papua

Mabes Polri mengirimkan 170 personil dari Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, ke Papua

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Abdul Qodir

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengirimkan 170 personil dari Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, ke Papua, pada Selasa (25/10/2011) besok. Pengiriman personil Brimob ini  menyusul meningkatnya gangguan keamanan di Papua pada dua pekan terakhir.

Demikian disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen (Pol) Anton Bachrul Alam, saat dihubungi, Senin (24/10/2011) malam.

Anton mengatakan, penambahan pasukan ini adalah hasil evaluasi Mabes Polri dengan tujuan memperkuat kekuatan petugas keamanan yang telah ada di Papua dari ancaman gerakan separatis kelompok bersenjata dan kejadian lain. "Besok, kami akan mengirim 170 personil Brimob dari Mako Brimob Kelapa Dua," kata Anton.

Dalam catatan Polri, delapan orang telah tewas, termasuk anggota TNI dan Polri dari empat kejadian pada dua pekan terakhir. Terakhir, Kapolsek Mulia AKP Dominggus Oktavianus Awes, tewas ditembak dari jarak dekat oleh kelompok separatis di depan warga, Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya, Papua, Senin (24/10/2011), siang ini.

Sebenarnya, sejak kejadian bentrok polisi dan pekerja PT Freeport di Timika pada 10 Oktober 2011, Mabes Polri telah menggerakkan 210 personil Brimob dari Polda Papua dan Polda Kalimantan Timur ke sejumlah titik rawan, seperti di area PT Freeport. Namun, itu belum cukup dengan luas medan yang ada.

Bahkan, ketika polisi dibantu anggota Kopassus TNI memburu para pelaku di satu daerah, kelompok separatis bersenjata beraksi di daerah lainnya hingga kembali menelan korban jiwa.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski 170 anggota Brimob Kelapa Dua dikirimkan ke Papua, belum ada yang bisa menjamin tidak akan ada lagi korban berjatuhan dari serangan kelompok separatis tersebut. "Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengamankan dan mengejar para pelaku," tukas Anton.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas