Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

BEM Nusantara Puji SBY

Presiden SBY dianggap konsisten memberantas korupsi di segala lini tanpa pandang bulu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Yudie Thirzano

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana peringatan Hari Sumpah Pemuda, akan diperingati oleh aktivis kemahasiswaan dan organisasi kepemudaan sebagai gerakan perubahan. Termasuk, aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan kepemudaan mengomentari pemerintahan SBY, baik yang pro maupun yang kontra.

Menurut Aditya Prana Presiden BEM Universitas Islam Negeri Jakarta periode 2008-2009 menyatakan beberapa hal positif dalam pemerintahan SBY-Boediono.
Dikatakan, Presiden SBY dianggap konsisten memberantas korupsi di segala lini tanpa pandang bulu. Presiden juga mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kemudian, mengembalikannya Kemendiknas menjadi Kemendikbud. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan. “Selain itu tentang klaim dia, telah dicanangkannya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Indonesia timur. Seperti telah selesainya pembangunan Bandara Internasional di Lombok,” kata Aditya yang juga pendiri BEM Nusantara ini, Selasa (25/10/2011).

Keberhasilan lain, dilaksanakannya program minapolitan, revitalisasi industri perikanan dan didukungnya petani garam agar Indonesia tidak mengimpor garam dari luar negeri. Adit berharap, pemerintah harus konsisten dan melaksanakan janji maupun kebijakan yang berpihak kepada rakyat seperti yang diamanatkan dalam UUD 45.

Sementara koordinator Perhimpunan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Haris Maulana Putra mengatakan, bahwa penyikapan terhadap pemerintahan harus kritis dan proporsional. Jangan tutup mata bahwa pemerintahan sekarang cukup baik dalam Pro-job dan pro-poor.

“Pemerintah memang perlu dikritisi kekurangannya. Inilah ciri-ciri dari insan akademis. Pemerintah juga harus tanggap terhadap kritikan,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas