Ahmad Mubarok Tuding Partai Kecil Egois
Menurut Mubarok, apabila berbicara penyederhanaan partai pasti ada dua pilihan, dipaksa atau demokrasi
Editor:
Yudie Thirzano
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok mengatakan partai-partai politik yang bergabung membentuk poros tengah hanya mementingkan diri sendiri. Pembentukan poros tengah dalam rangka memperjuangkan angka ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold).
"Saya kecewa terhadap partai-partai kecil karena mereka terlalu memikirkan partainya sendiri tidak bicara kepentingan nasional," ujar Mubarok ketika dihubungi wartawan melalui telepon, Jumat (4/11/2011).
Menurut Mubarok, apabila berbicara penyederhanaan partai pasti ada dua pilihan, dipaksa atau demokrasi. Kalau saat ini, lanjut Mubarok demokrasi jadi caranya menaikkan ambang batas, kalau 4 persen-5 persen ada perubahan, jumlah partai sedikit manajemen politik berubah
"Karena problem bangsa itu susahnya di manajemen politik, akar masalah. Memikirkan kepentingan masing-masing partai mereka harus mengubah cara pikir jangan berpikir mereka dibunuh aspirasinya. Aspirasi wajar saja, kalau enggak sepakat kan divoting kan," jelasnya.
Saat ditanya apakah adanya poros tengah akan menganggu koalisi, Mubarok menambahkan hal itu tidak akan terjadi. "Enggak, biasa saja dari dulu kan setgab kan enggak pernah kompak, karena ideologi partai itu kepentingan, ketika kepentingan terusik jadi berbeda," jelasnya.
Apakah ada gunanya setgab? Mubarok menegaskan hal itu masih dibutuhkan. "Ada gunanya setgab, untuk komunikasi. Peluang konflik berkurang," pungkasnya.