Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Selesaikan Masalah Papua dengan Dialog

Salah seorang peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Muridan S Widjojo mengungkap, masalah utama terkait konflik Papua

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah seorang peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Muridan S Widjojo mengungkap, masalah utama terkait konflik Papua adalah kepercayaan. Mau tak mau, jalan keluarnya adalah dengan cara berdialog.

"Karena masalahnya, bukan hanya kesejahteraan, tapi harga diri rakyat Papua yang selama ini dilecehkan. Karena situasi konflik saat ini dapat kita akhiri dengan dialog. Menunjukkan penghormatan kesetaraan, juga menhargai martabat orang  Papua," ujarnya dalam acara dialog di DPD, Jumat (04/11/2011).

Ia juga sudah melakukan pradialog,  melakukan konsultasi publik di 26 kabupaten d papua dan  hal ini juga perlu dkembangkan di Jakarta. Proses, katanya, menjadi hal yang penting.

"Pradialog menciptakan komunikasi baru anatara pihak-pihak  yang berkonflik. Sementara LIPI, hanya sebetas fasilitator. Kita katakan kepada Papua di Jakarta ada pejabat yang mau menyelesaikan masalah Papua dengan cara berdialog," ujarnya.

Di Jakarta kita katakan pemimpin Papua juga ingin berdialog. Bagaimana mempertemukan keduanya, ini proses yang harus dibangun. Karena yang ada saat ini, kecurigaan tinggi sehingga sekarang ini  timbul permusuhan. Papua minta merdeka kemudian dianggap musuh, ditembak,  ditangkap, disiksa," katanya lagi.

Akan tetapi,  lanjut Muridan,  tidaklah disadari, mereka yang menembak dan menyiksa di Papua merasa  menjaga NKRI. Sebenarnya, menyakiti Papua, sama saja dengan menyakiti NKRI.

Dijelaskan pula, ada empat masalah di Papua. Sejarah, pelanggaran ham, marginalisasi diskriminasi, dan kegagalan pembangunan.

Rekomendasi Untuk Anda

Yang terpenting saat ini adalah dialog, dan harus ada proses. Pemerintah, katanya, sebetulnya terbuka untuk dialog.

"SBY, di tahun 2010 mengatakan pemerintah pusat siap mjalani komunikasi konstrukstif untuk myelesaikan papua. Dalam konperensi perdamaian Papua beberapa waktu lalu, masyarakat Papua juga sudah mengatakan dialog adalah jalan terbaik. Masalahnya sekarang, konsep dialog  pemrintah dan Papua, belum ketemu. Ini yang harus dijalani dengan sabar," demikian Muridan S Widjojo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas