Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ketua DPP PAN: Setgab Koalisi Sudah Tak Berguna Lagi

Setgab, dianggap sudah tak berguna lagi sehingga PAN menganggap tak penting terus berada di dalamnya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Yudie Thirzano

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) kembali mengancam akan keluar sebagai mitra koalisi pemerintah yang berhimpun di Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi. Setgab, dianggap sudah tak berguna lagi sehingga PAN menganggap tak penting terus berada di dalamnya.

"PAN memang berencana keluar dari Setgab koalisi. Karena setgab sudah tidak bisa memberi manfaat bagi pertemuan ide, gagasan, dan cita-cita anggota setgab. Rasanya, Setgab baru fungsional bila ada kepentingan Partai Demokrat (PD). Kalau tidak ada kepentingan PD, maka setgab seperti mati segan hidup pun megap-megap," ujar Ketua DPP PAN Bidang Pemenangan Pemilu, Viva Yoga kepada tribun, Selasa (07/11/2011)

Viva Yoga memastikan, kepastian partainya untuk keluar dari Setgab koalisi, hanya soal waktu. Sambil melihat perkembangan politik ke depannya. "Kami akan berkoordinasi dengan anggota Setgab lainnya, PKS, PPP, PKB," Viva Yoga menegaskan.

Alasan utama keinginan PAN untuk keluar dari Setgab koalisi adalah rencana merevisi UU Pemilu. PAN merasa dilecehkan, lantaran Demokrat tetap ngotot penetapan ambang batas, atau parliamentary treshold sebesar empat persen. PAN, bersama partai tengah lainnya menginginkan, maksimum, ambang batas sebesar tiga persen.

"Soal RUU Pemilu adalah pemicu utamanya. Kalau memang ada niat baik mempertahankan koalisi, semestinya juga mempertimbangkan pendapat dan pemikiran anggota Setgab lainnya. Ini ternyata tidak. Jadi RUU pemilu ini tidak ada namanya Setgab. Yang ada, adalah kepentingan tirani mayoritas partai besar PD, PG (dibantu PDIP) dengan partai menengah dan kecil, di luar Setgab ada Gerindra dan Hanura," Viva Yoga menegaskan kembali.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas