Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

PD Buka Ruang Kompromi Angka Ambang Batas Parlemen

Partai Demokrat (PD) akhirnya melunak soal angka ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Yudie Thirzano

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat (PD) akhirnya melunak soal angka ambang batas parlemen(Parliamentary Threshold). Mereka membuka ruang kompromi mengenai batasan angka PT.

"Peningkatannya PT menjadi berapa, bahwa periode lalu 2,5 persen kemudian sekarang diusulkan 4 persen otomatis saja ada diskusi dan bisa dikompromikan," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat, Mohammad Jafar Hafsah saat dihubungi wartawan, Rabu (9/11/2011).

Tidak hanya itu, menurut Jafar, PD juga membuka pintu pembahasan di setgab koalisi. Bagaimanapun, bagi PD, angka PT dan revisi UU Pemilu secara menyeluruh jangan sampai diselesaikan dengan voting atau adu kuat, namun jalan kompromi.

"Bahwa dibawa ke koalisi tentu sudah pasti. Kalau PT tetap 2,5 persen itu makna kemajuannya apa, kita perlu perubahan. Kalau naiknya signifikan tentu kurang baik. Usul Partai Demokrat sebenarnya sudah moderat," jelasnya.

Meski begitu lanjut Jafar, demi adanya penyederhanaan partai politik, PD masih mengharapkan angka ambang batas parlemen naik dari sebelumnya 2,5 persen menjadi 4 persen.

"Sementara insya Allah angka PT representatif. Tentunya kita memilih untuk kepentingan bersama. Bagaimana sistem perpolitikan bisa berjalan dengan baik, ke depan ada kesepakatan PT akan meningkat," pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas