Mantan Mensos Marah Rekanan Tak Bisa Sediakan 900 Sapi
Pengadaan sapi impor di Depsos pada tahun anggaran 2004 ternyata sempat tak berjalan mulus.
Penulis:
Vanroy Pakpahan
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadaan sapi impor di Depsos pada tahun anggaran 2004 ternyata sempat tak berjalan mulus. Rekanan pengadaan proyek tersebut, PT Atmadira ternyata sempat tak mampu menyediakan 900 ekor sapi dari 2800 ekor sapi yang sedianya akan disediakan.
Ihwal tersebut diungkapkan oleh Mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Kamis (10/11/2011). Mengetahui Atmadira tak mampu menyediakan 900 ekor sapi yang dibutuhkan kala itu, Bachtiar pun marah.
"Saya memerintahkan panggil pemborongnya baru saya tahu. Disitu saya sedikit marah kenapa nggak bisa dipenuhi (900 ekor sapi sisanya)," ujarnya di Pengadilan Tipikor, Jakarta.
Kemarahan Bachtiar mereda setelah Hakim, stafnya, membisikinya jika pemilik PT Atmadira adalah Iken br Nasution. Pasalnya, Iken merupakan salah satu penyumbang untuk yayasan Insan Cedikia dimana Bachtiar duduk sebagai Ketua Dewan Pembinanya. Adapun sumbangan Iken mencapai Rp 700 juta.
"Staf saya membisikkan saudara Iken ini yang menyumbang yayasan Insan Cendekia. Saya ketua dewan pembinanya," imbuhnya.
Meski amarahnya mereda, Bachtiar mengaku tetap meminta Iken untuk mengusahakan pemenuhan kebutuhan 900 ekor sapi tersebut. Jika tidak dipenuhi, Bachtiar mengancam akan mengembalikan uang sumbangan Iken tersebut.
"Saya katakan yang menyumbang itu orang kaya bukan orang miskin, masa' 900 sapi tidak bisa kau penuhi. Kalau tidak ini berbahaya," imbuhnya.
Tak hanya pengadaan sapi, Bachtiar mengaku pengadaan mesin jahit di Departemen yang dipimpinnya saat itu, juga sempat mengalami kendala teknis.
Bachtiar sendiri mengaku tak ikut mengunjungi pabrik tempat mesin jahit tersebut diproduksi di Cina meskipun dirinya ikut berkunjung ke negeri tirai bambau tersebut. Bachtiar mengaku hanya berobat bersama istrinya di negeri berpenduduk terbanyak di dunia itu.
"Pak Amrun, Musfar Aziz, Afit dan Heru yang mengecek ke pabrik, sayangnya pabrik tutup," imbuhnya.
Baca tanpa iklan