Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ada Motif Terselubung Pemerintah Menaikkan Ambang Batas

PPP hingga saat ini berkeinginan PT tidak berubah dan tetap berada diangka 2,5 persen

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Yudie Thirzano

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menganggap bahwa usulan pemerintah menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) hingga empat persen dipandang memiliki motif terselubung untuk keuntungan partai tertentu.

Menurut Sekretaris Fraksi PPP yang kini menjadi anggota Pansus RUU Pemilu, Muhamad Arwani Thomafi melihat usulan pemerintah menaikan PT tidak beralasan.

"Pemerintah harus ingat dan paham betul posisi untuk menaikan PT. Ada itungan matematikanya. Bila dinaikan maka akan mengubah tingkatkan disproporsinal pemilu itu," kata Arewani di Gedung Nusantra I DPR RI, Jakarta, Jumat (25/11/2011).

Dalam undang-undang dijelaskan bahwa Pemilu masih menganut sistem proporsional, sehingga bila pemerintah mengajukan kenaikan PT dianggap sudah melanggar Undang-undang dan konstitusi.

Sehingga dengan usulan pemerintah tersebut, Arwani mencium aroma adanya keinginan pemerintah untuk melanggengkan kekuasaan suatu partai, bukan untuk memperbaiki sistem Pemilu. "Ada motif tertentu dari pemerintah, motifnya tidak untuk perbaikan Pemilu, tapi untuk kepentingan Parpol yang diakomodir pemerintah sendiri," ungkapnya.

PPP hingga saat ini berkeinginan PT tidak berubah dan tetap berada diangka 2,5 persen karena dianggap lebih proporsional.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas