Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Abdullah: Sejak Awal Sudah Duga DPR Tak Akan Pilih Saya

Pagelaran pemilihan pimpinan Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) periode 2011-2015 usai sudah, Jumat (2/12/2011) kemarin.

Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pagelaran pemilihan pimpinan Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) periode 2011-2015 usai sudah, Jumat (2/12/2011) kemarin. Banyak kejutan hadir di tahap akhir proses pemilihan itu.

Selain terpilihnya Abraham Samad sebagai Ketua, proses pemilihan tahap akhir itu pun mengisahkan bagaimana dua calon pimpinan dari internal KPK, yaitu Abdullah Hehamahua dan Handoyo Sudrajat, tak cukup "disenangi" anggoda Komisi III.

Abdullah hanya memperoleh dua suara anggota dewan. Dan si penasihat KPK itu sudah memprediksinya. "Sejak awal saya sudah duga DPR tidak akan pilih saya," ujarnya kepada Tribun, Sabtu (3/12/2011).

Menurut Abdullah, sedari awal mengikuti tahapan proses, dirinya sudah legowo hanya akan meramaikan kompetisi memperebutkan empat kursi pimpinan tersisa. Pasalnya, ada Komisi III DPR dalam tahapan proses seleksi itu.

"Penilaian DPR kan berbeda dengan penilaian Pansel. Pansel menggunakan  pendekatan akademis kualitatif sedangkan DPR menggunakan pendekatan kepentingan partai mereka," ujarnya.

DPR, imbuhnya, tak akan pernah menggunakan pendekatan kepentingan rakyat dalam memilih seorang pimpinan sebuah lembaga, instansi atau institusi negara.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas