1.800 PNS Muda Punya Kekayaan Terindikasi Hasil Korupsi
Agus pun tidak menyangkal bahwa PNS-PNS muda seperti Gayus Tambunan saat ini masih banyak
Penulis:
Adi Suhendi
Editor:
Yudie Thirzano
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dari tahun 2002 hingga saat ini Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 1.800 Pegawai Negeri Sipil (PNS) muda golongan IIIB yang memiliki kekayaan terindikasi dari hasil korupsi.
"Laporan PPATK dari 2002 sudah 1.800 laporan yang terindikasi koruptif, bahwa apakah betul-betul korupsi, atau dia ada usahanya, karena yang senior-senior ini pada punya usaha," ungkap Wakil Kepala PPATK Agus Santoso di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2011).
Agus pun tidak menyangkal bahwa PNS-PNS muda seperti Gayus Tambunan saat ini masih banyak. "Oh, tidak cuma satu (Gayus), saya perihatin, saya baru sebulan (jadi wakil ketua PPATK), saya membaca data ini saya perihatin," ungkapnya.
Menurut Agus sejumlah laporan yang mencurigakan tersebut sudah ada yang ditindak, tetapi yang diproses hanya yang kecil-kecil saja. Sementara yang korupsi atau menerima gratifikasi mulai dari ratusan juta sampai milyaran rupiah belum ditindak.
"Cuma ada orang kita ikutin perkembangan kasus yang besar-besar. Dari 2008 kita ikutin karirnya dia lancara terus, bahkan selalu menduduki jabatan-jabatan yang basah dalam pengertian ini," ungkapnya.
Sebenarnya PPATK sudah menjalin kerjasama dengan berbagai kementerian untuk mendapatkan laporan dan analisis keuangan pegawainya.
Karena data dari PPATK masih berupa data intelijen dan hanya melihat indikasinya saja, mestinya inspektorat melakukan pengawasan melekat kepada bawahnyannya. Bila penghasilan dengan gaya kehidupannya memiliki perbedaan yang mencolok tentu sebagai atasan harus mencurigainya.
"Contoh, saya punya anak buah kekayaan nya tidak di bawah, konsumtif, sekolah anaknya dengan gajinya punya perbedaan mencolok, itu uanganya dari mana, mestinya atasan merasa bawahan saya kok aneh," ungkapnya.