Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
Live
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Polda: Dasar Norman Bodoh !

Menurut Lisma, pihaknya telah memberikan kesempatan bagi Norman untuk manggung pada akhir pekan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Yudie Thirzano
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Lisma Dunggio, tak habis pikir dengan keputusan Norman Kamaru yang lebih memilih menjadi artis dibanding menjadi polisi.

Menurut Lisma, pihaknya telah memberikan kesempatan bagi Norman untuk manggung pada akhir pekan hingga tawaran pindah dinas ke Jakarta agar bisa lebih dekat dengan sumber mata pencarian sampingannya sebagai penyanyi. Namun, semua ditolak oleh Norman.

Menurutnya, tidak semua anak muda Indonesia berkesempatan menjadi polisi, bahkan banyak yang gagal saat seleksi masuk menjadi anggota Polri. Belum lagi, gaji pascaremunerasi yang mencapai lebih Rp 3 juta untuk seorang brimob berpangkat Briptu seperti Norman.

Namun, itu semua tak mengendurkan kebulatan niat Norman untuk keluar dari kepolisian. "Yah, memang dasar bodoh! Kalau si Norman ini bisa lebih pintar dalam berpikir, dia seharusnya tak keluar. Ini mungkin karena dia di Jakarta sudah menjadi orang kaya. Dia enggak tahu, bahwa banyak artis-artis yang sudah terkenal bisa jatuh. Apalagi dia," ujar Lisma, seusai pembacaan putusan sidang etik Polda Gorontalo yang memberhentikan Norman dari kepolisian, Selasa (6/12/2011).

Lisma sendiri mengaku kaget mengetahui pengakuan Norman dalam sidang etik, bahwa dirinya ingin keluar dari kepolisian karena sudah capek menjadi seorang polisi.

Menurut Lisma, Kapolda Gorontalo Brigjen Irawan Dahlan telah merelakan keluarnya Norman dari lingkungan kepolisian Gorontalo. Dan tak ada sedikit pun rasa penyesalan bagi Polda Gorontalo untuk memberhentikan polisi seperti Norman, karena sudah tidak bisa diatur. "Ngapain Kami pusing. Dia anak bandel. Anak seperti itu sudah susah diatur," ketusnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas