Ibunda: Sondang, Siapa Lagi Akan Ambil Uban Mamakmu ini
Jenazah pelaku aksi bakar diri, Sondang Hutagalung kini telah dimandikan dan dipakaikan pakaian.
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Anwar Sadat Guna
Laporan wartawan Tribunnews.com, Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jenazah pelaku aksi bakar diri, Sondang Hutagalung kini telah dimandikan dan dipakaikan pakaian.
Berbaring kaku dalam peti mayat di rumah duka RSCM, Jakarta, Minggu (11/12/2011) dini hari.
Sahabat-sahabat Sondang memenuhi ruang yang dijadikan tempat persemayamannya. Lagu Gugur Bunga melantun memenuhi ruang tersebut.
Di tengah lantunan lagu-lagu yang biasa didengar saat aksi demo, kini juga mendaras di sekitar peti jenasah Sondang.
Saur Dame Br Sipahutar, sang bunda dan keluarga pun sejurus tiba di ruangan yang sudah dipenuhi sahabat sang anak.
Saat kakinya melangkah, pandangan Dame langsung terarah ke foto Sondang yang berada di meja di kaki peti Sondang.
"Pergilah kau anakku. Lihatlah mamakmu ini," demikian lirih kata sang bunda.
Tak kuasa dirinya menahan segunung sedih, tangis kehilangan sang bunda pun pecah. Seakan ia tak menyangka kepergian anak bungsunya cepat.
"Sondang, anakku. Kalau mamak tidur siapa lagi yang akan ambil uban mamakmu ini," andung-andung (ratap sedih) Dame meraung tangis.
Anggota keluarganya pun mencoba menenangkan dan meminta Dame duduk. Namun, kesedihan bunda yang selama 9 bulan mengandung, dan membesarkannya meluap.
"Tega kau Sondang, anakku baik-baik pergi. Gantengnya kau anakku Sondang. Kenapa begini Sondang, apa yang ada dipikiranmu Sondang, anakku," ceracau sedihnya.
Tangis Dame pun membawa kesedihan pada anggota keluarganya dan sahabat-sahabat Sondang.