Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Wiranto: Silahkan 'Jual' Nama Saya

Di depan para peserta Rakernas Hanura, Wiranto dengan gamblang berujar, mempersilahkan kepada seluruh kader Hanura untuk

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di depan para peserta Rakernas Hanura, Wiranto dengan gamblang berujar, mempersilahkan kepada seluruh kader Hanura untuk 'menjual' namanya. Dengan maksud, 'menjual' untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya demi kebesaran Partai Hanura.

Saat menutup Rakernas Hanura, Rabu (21/12/2011)  yang berlangsung sejak kemarin ini, Wiranto menyatakan kesiapannya untuk kembali dicalonkan sebagai calon presiden 2014. Namun, pernyataan itu baru ia katakan secara pribadi, dan belum menjadi sikap resmi partai yang harus diputuskan bersama.

"Tunggu waktu yang tepat, kita lakukan konsoilidasi partai. Kalau Anda calonkan saya presiden, selesaikan dulu konsolidasi partai yang merakyat, baru kita bicara presiden," kata Wiranto.

Wiranto mengaku, melakukan kajian khusus terkait seorang calon presiden. Begitu resmi menyatakan diri sebagai calon, memiliki konsekuensi yang begitu luar biasa.

"Pencalonan (sebagai capres) bukanlah atas nafsu pribadi Wiranto.  Tapi, agar Hanura eksis dan  partai ini bukan alatnya Wairanto menjadi presiden.  Namun, saya harus apresiasi, apa yang saudara-saudara inginkan," ungkapnya.

Secara pribadi, kesediaan saya menjadi calon presiden belum final, menunggu waktu yang tepat.  Akan tetapi, saya menganut semboyan semangat seorang prajurit tak pernah padam sampai mati. Dan permintaan saudara, tidaklah mungkin untuk ditolak.  "Semangat itu yang harus disalurkan," ujarnya diplomatis.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas