MPR: Kapolri Bicaralah
Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Syaifuddin meminta Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo untuk berbicara langsung terkait tragedi Bima
Penulis:
Rachmat Hidayat
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Syaifuddin meminta Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo untuk berbicara langsung, menjelaskan kepada publik terkait tragedi yang terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Pak Kapolri, bicaralah. Berikanlah penjelasan yang rinci kepada segenap masyarakat atas peristiwa kekerasan di Bima. Masyarakat membutuhkan penjelasan resmi yang komprehensif. Tak cukup hanya penjelasan parsial oleh Kahumas Polri di forum2 terbatas. Penjelasan Kapolri secara gamblang kepada publik merupakan bentuk pertanggungjawaban," ujar Lukman Hakim, Senin (26/12/2011).
Lukman meminta Kapolri harus proaktif dan tak menunggu panggilan dari DPR yang tengah reses.
"Polri adalah alat negara yang harus dijaga eksistensi dan citranya. Institusi yang bertugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum ini tak boleh dirusak hanya oleh mereka yang tak memahami esensi fungsi keberadaannya dalam sistem pemerintahan kita," tandasnya.
Kapolri diminta harus bereaksi cepat untuk mengusut kasus Bima. Menghukum aparat yang bertindak brutal melanggar HAM. Tanpa tindakan tegas, kasus ini akan jadi preseden yang terus berulang.
"Kasus Bima Berdarah di akhir 2011 ini harus benar-benar menjadi akhir tindak kekerasan aparat kepolisian. Jangan lagi di 2012 kekerasan kembali terulang dan terulang kembali," demikian Lukman Hakim Syaifuddin.