Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siang Didemo Mundur, Malam Kapolri Silaturahmi ke Bima

Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo mengadakan pertemuan bersama sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pejabat daerah di Bima

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Laporan Wartawan Tribunnews.com,  Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo mengadakan pertemuan bersama sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pejabat daerah di Bima, NTB, pada Senin (26/12/2011) malam, menyusul bentrok dan aksi amuk massa terkait pembubaran pengunjuk rasa di Pelabuhan Sape, pada Sabtu (24/12/2011) lalu.

Demikian disampaikan Kabag Penum Polri, Kombes (Pol) Boy Rafli Amar, saat dihubungi, Senin (26/12/2011). Menurut Boy, dalam pertemuan dalam rangka silaturahmi itu, Kapolri mendengarkan beberapa masukan dan keluhan dari tokoh agama, tokoh masyarakat Lambu, Bima, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten dan Kota Bima, Ketua MUI, dan Ketua DPRD Bima.

"Ini silaturahmi. Kepada Pak Kapolri, para tokoh dan pejabat daerah di sana menyampaikan masalah-masalah mendasar dan konflik yang ada di daerah mereka," ujar Boy.

Dalam pertemuan yang diadakan di sebuah penginapan di Bima itu, lanjut Boy, sejumlah warga Lambu yang menjadi korban karena rumahnya dirusak massa pengunjuk rasa juga mengeluh ke Kapolri.

"Ternyata, banyak keluhan dari warga yang rumahnya dirusak. Jadi, warga di sana juga kecewa dengan tindakan anarkis pengunjuk rasa kemarin," ujar Boy.

Ia menambahkan, semua masukan dan keluhan dari warga, tokoh agama dan masyarakat, serta pejabat daerah di Bima, akan menjadi bahan evaluasi bagi Polri.

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun proses hukum terhadap 47 pengunjuk rasa yang ditangkap saat pembubaran pengunjuk rasa yang menduduki Pelabuhan Sape, pada Sabtu (24/12/2011) tetap dilakukan. Dan investigasi tim internal Mabes Polri terhadap dugaan pelanggaran petugas di lapangan yang mengakibatkan dua warga tewas juga akan dilakukan hingga tuntas, termasuk proses ke pengadilan jika ada bukti pelanggaran pidana.

Adapun di beberapa kota besar termasuk di depan Mabes Polri terkait tragedi Bima, pada Senin (26/12/2011) siang, sejumlah kesatuan mahasiswa dan LSM berunjuk rasa menyusul bentrok dan tewasnya dua warga saat pembubaran massa di Pelabuhan Sape. Mereka umumnya mendesak mundur hingga menuntut pencopotan Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo dan Kapolda NTB Brigjen (Pol) Arif Wachyunadi.

Pengunjuk rasa menilai kedua pimpinan kepolisian itu bertanggung jawab atas tewasnya dua warga akibat tindakan represif petugas di lapangan.

Sejauh ini, Polri sendiri mengambil sikap menunggu hasil penyelidikan internal untuk mengetahui kedua warga yang tewas adalah karena memang tembakan peluru anggotanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas