Anaknya Tak Bisa Tidur Jelang Terima Kabar Bayanah Dipenjara
Sesaat sebelum mendaptkan kabar, Andri yang saat itu berusia tujuh tahun tiba-tiba merasa gelisah
Penulis:
Adi Suhendi
Editor:
Yudie Thirzano
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Andri Irawan (11) anak Bayanah , TKW yang terbebas dari hukuman mati di Arab Saudi, binti Banhawi (29) menunjukkan ikatan batin yang kuat dengan ibunya.
Sebelum berangkat menjadi TKI tahun 2005, ayah Bayanah, Banhawi mengaku tak ada firasat buruk soal anaknya akan mendapatkan musibah di perantauan.
Namun pada tahun 2006, Banhawi mendapatkan kabar bahwa anaknya dipenjara. Sesaat sebelum mendaptkan kabar, Andri yang saat itu berusia tujuh tahun tiba-tiba merasa gelisah.
"Saat itu, ada pemikiran nggak enak, cucu saya (Andri) nggak bisa tidur," ucap Banhawi saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (28/12/2011).
Kemudian, Banhawi pun menanyakan keadaan Andri saat itu. "Andri kenapa nggak mau tidur. Ada apa sih?," tanyanya.
Namun, ternyata kegelisahan tersebut terjawab. Seminggu setelah kejadian tersebut, Banhawi mendapatkan kabar dari PT yang memberangkatkannya. "Setelah seminggu ternyata itu menjadi pertanda setelah saya mendapatkan kabar bahwa Bayanah dipenjara," ungkapnya.
Bayanah dibebaskan setelah mendapat maaf dari keluarga korban dan juga tak terbukti atas tuduhan pembunuhan dengan membayar uang yang ditanggung pemerintah sebesar Rp 110 juta.
Dia dipulangkan menggunakan perusahaan penerbangan Saudi Airlines No SV 822 dari King Khalid International Airport, Riyadh, Selasa (27/12/2011) pukul 22.00 waktu setempat dan tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 11.30 WIB.
Kedatangannya langsung disambut haru ayah dan ibunya termasuk Andri anak Bayanah.
Baca tanpa iklan