Perayaan Malam Tahun Baru 2012 Ala Personel Indobatt
personel Markas Komando (Mako) Satgas Indobatt yang tidak berdinas khusus merayakan pergantian tahun baru 2012 secara sederhana.
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNNEWS.COM - Malam pergantian tahun tak hanya dirayakan oleh orang awam kebanyakan, para anggota TNI yang tengah bertugas di luar negeri pun ikut merayakan momen tersebut. Rilis yang diterima Tribunnews.com menyebut personel Markas Komando (Mako) Satgas Indobatt yang tidak berdinas khusus merayakan pergantian tahun baru 2012 secara sederhana.
Setelah perayaan, para personel mengunjungi rekan-rekan mereka yang tengah tugas jaga di pos-pos perbatasan negara Lebanon dan Israel dimulai pukul 00.15 hingga 05.30 , Sabtu (1/1/2012) waktu Lebanon.Wilayah perbatasan ini menjadi tanggung jawab Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL (Indobatt), di Lebanon Selatan.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Indobatt Letkol Inf Suharto Sudarsono, mengatakan kunjungan ke pos-pos di malam pergantian tahun baru ini bertujuan memberikan motivasi moril kepada personel satuan bawah yang bertugas di lapangan. Selain itu, kunjungan juga disebutkan untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang merayakan pergantian tahun baru 2012 di pos masing-masing.
Dalam kunjungan ini Komandan Satgas didampingi Wadansatgas Letkol Mar FJH. Pardosi dan rombongan membawakan makanan dan minuman, untuk dibagikan kepada personel yang saat itu sedang melaksanakan tugas jaga di pos yang menjadi tanggung jawabnya selama 24 jam.
"Suhu dingin diluar yang berkisar 8-5 derajat tidak menghalangi rombongan untuk melaksanakan kunjungan, perjalanan rombongan diawali dari UN Posn 7-1 menuju OP (Observation Post). Mata area operasi Kompi Delta (D) dilanjutkan menuju OP 16 yang merupakan area operasi Kompi Egle (E), pos ini bentuknya sama dengan OP mata KI D berupa bangunan tenda yang dijaga oleh 6 orang personel secara bergantian 4 jam sekali," ujar Suharto seperti tertulis dalam rilis.
Usai dari OP 16 rombongan menuju TP 37 yang masih area tanggung jawab KI E, pos ini berbeda dari pos-pos yang lain, tidak memiliki tenda dan tidak boleh mendirikan tenda di tempat itu, karena posisi pos persis di garis perbatasan antara kedua negara yang biasa disebut Blue Line.