Saurip Kadi: SBY Bentuk TGPF Hanya Untuk Ngeles
Saurip menilai bahwa SBY sebagai kepala pemerintahan, hanya menghindar dari tanggung jawab konstitusional
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Yudie Thirzano
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Niatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam tragedi kemanusian di Mesuji, menurut pendamping korban dalam tragedi Mesuji, Mayor Jendral TNI Purnawirawan, Saurip Kadi hanya untuk berkelit dan lepas dari tanggung jawabnya.
"Seharusnya SBY selaku Presiden mengerahkan Kementerian dan Lembaga Pemerintahan yang ada sehingga bisa langsung diawasi DPR, niatnya kan tidak lain hanya untuk 'ngeles'," kata Saurip saat Konfrensi Press Tuntutan Masyarakat Mesuji, di Gedung Cawang Kencana, Jalan Mayjen Sutoyo, Selasa (3/1/2011).
Lebih lanjut Saurip menilai bahwa SBY sebagai kepala pemerintahan, hanya menghindar dari tanggung jawab konstitusional, menghambur-hamburkan keuangan Negara dan merusak sistem ketatanegaraan yang ada.
Ketua TGPF, Denny Indrayana juga mendapat sorotan Saurip, soal beberapa rekomendasi yang mengatakan hanya terdapat sembilan korban pada tiga lokasi di regrister 45, Desa Sri Tanjung, Mesuji, Lampung, dan Desa Sodong, Mesuji, Sumatra Selatan, terlihat bahwa TGPF bekerja tidak berangkat dari persoalan yang dilaporkan rakyat. Namun, hal ini berbeda dengan hasil temuan kami, dan pengakuan korban yang telah terjadi tindakan kekerasan di delapan titik di dua propinsi.
"Lebih baik tidak menyebutkan angka, dari pada melihat orang yang memberikan testimoni sekitar 30 orang," ungkapnya.
Saurip juga menjelaskan temuan TGPF ini dapat dipastikan akan berbeda dengan fakta dan data lapangan yang ada. "Sampai kapan pun kalau niatnya tidak menyelesaikan, masalah tidak akan ketemu," jelasnya.