Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

189 Rakyat Meninggal Akibat Sengketa Tanah

Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengemukakan gara-gara konflik soal tanah sepanjang tahun 2004-2010.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Ade Mayasanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengemukakan gara-gara konflik soal tanah sepanjang tahun 2004-2010, sudah 189 nyawa rakyat yang mati. Budiman kemudian mendorong DPR untuk membentuk Pansus Konflik Agraria yang diharapkan mampu menggali dan menyelesaikan berbagai konflik pertanahan atau agraria yang terjadi selama ini.

"Bayangkan, rakyat yang mati dalam kasus tanah ini selama 2004-2010 ini mencapai sekitar 189 orang. Dengan Pansus ini, DPR akan memanggil seluruh pihak-pihak yang terlibat. Baik pemerintah, investor, pengusaha, pemerintah daerah dari gubernur, bupati, walikota dan lain-lain," kata  Budiman di DPR, Senin (9/1/2012).

Tahun lalu, Budiman menegaskan, ada 11 orang tewas akibat sengketa tanah. Banyak korban tak berdosa jatuh akibat konflik agraria yang disebabkan tumpang tindihnya otoritas.

"Saya berharap, DPR bisa membentuk Pansus Konflik Agraria. Kami sudah bertemu dengan para petani dan korban dalam kasus di Mesuji, Lampung dan Sumatera Selatan. Termasuk,  kasus bentrok antara demonstran dan polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat. Yang saya kumpulkan, bukti selongsong peluru. Ini standar kepolisian yang saya tidak temukan di medan perang, tapi justru di perkebunan," sergahnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas