Brakk, Helm Sulung Pecah Dihajar Petugas
SULUNG tetap menyatakan menjadi korban pemukulan menggunakan tongkat besi. Apalagi, helmnya pecah dihajar petugas
Editor:
Ade Mayasanto
TRIBUNNEWS.COM, MALANG - SULUNG yang masih menjalani perawatan di RS Dr Saiful Anwar (RSSA), Malang, tetap menyatakan menjadi korban pemukulan menggunakan tongkat besi. Saat melintasi barikade pertama, ia tidak diberhentikan, tapi hanya diingatkan.
"Kalau melintas (Jl Tanimbar) pelan-pelan, Mas," kata Sulung menirukan perkataan petugas. Begitu juga ketika melintasi barikade kedua.
Saat disinggung mengenai versi polisi yang menyebutkan dirinya memacu kecepatan motor, Sulung membantah. "Saya dipukul. Saya benar-benar merasakan ada benda tumpul menghantam mulut saya. Helm INK warna hitam milik saya juga pecah," katanya.
Motor yang digunakan itu merupakan motor milik temannya yang bernama Gitul (20), warga Sawojajar, Kota Malang. Saat meminjam motor itu, Sulung memang tidak meminjam STNK. "KTP saya juga ketinggalan, makanya di dompet itu tidak ada KTP. Namun ada uang Rp 300.000," katanya.
Sulung masih mengeluh merasakan pusing di kepalanya. Tak hanya itu, di dada sebelah kirinya juga terasa sakit. Diterangkannya, petugas yang menghantamkan tongkat muncul tiba-tiba dari arah selatan.
"Dia pakai tangan kanan, tiba-tiba langsung brakkk. Kata Slamet (orang yang dibonceng), saat saya pingsan, petugas juga memukuli saya. Slamet juga dipukuli," katanya.
Baca tanpa iklan