Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Komisi I DPR Tetap Tolak Pembelian Tank Leopard

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin kembali menegaskan penolakannya terhadap

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Taryono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin kembali menegaskan penolakannya terhadap rencana pemerintah yang akan membeli Tank Leopard dari Belanda.  Menurutnya, tank jenis ini, dianggap tak cocok untuk geografis Indonesia.

"Mengapa DPR Menolak? Sampai hari ini sejujurnya Kemenhan belum secara resmi memberikan penjelasan kepada Komisi  I tentang rencana pembelian 100 Tank Leopard ( 50 tipe 2A4 dan 50 tipe 2A6 ) bekas dari Belanda. Tank ini memang canggih, tapi cukup mahal untuk tipe 2A4 : 700.000 euro dan tipe 2A6 : 2,5 juta euro ditambah biaya overhaull 800.000 euro per buah," ujar TB Hasanuddin, Selasa (17/01/2012).

Selain itu, kata TB Hasanuddin, penolakan pembelian tank ini juga didasari atas  beratnya yang 63 ton.  Sangat tidak cocok untuk manuver di wilayah geografis di Indonesia yang gembur, terpotong-potong, bahkan berawa. Selain itu, kurang taktis untuk  sistim pertahanan pulau-pulau seperti di Indonesia .

"Sebenarnya atas perintah Presiden pada tahun 2010,  PT Pindad telah mengembangkan medium tank  23 ton yang lebih cocok dan sudah menjadi prototipe yang tinggal dikembangkan. Lebih ringan, lincah, dan murah karena diproduksi anak bangsa. Kita setuju TNI dilengkapi alutsista yang canggih, tapi harus cocok dengan doktrin pertahanan dan karakter geografis atau medan di Indonesia," kata TB Hasanuddin menjelaskan.

Sebelumnya, Menhan Purnomo  Yusgiantoro menjelaskan bahwa pernyataan anggota Komisi I  DPR RI yang menolak pembelian Main Battle Tank (MBT) Leopard bukanlah suatu pernyataan resmi.

"Pernyataan itu belum suatu sikap resmi. Itu baru pernyataan anggota per anggota yang disampaikan dalam rapat kerja legislatif dan eksekutif, dan itu belum ada sikap apapun," ujar Purnomo kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar di Kemenhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2012). (tribunnews/yat)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas