Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Proyek Kontroversial Upaya Lemahkan DPR

Politisi PDI Perjuangan H Irmadi Lubis meminta Pimpinan, dan Badan Kehormatan serta anggota DPR RI melakukan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi PDI Perjuangan H Irmadi Lubis meminta Pimpinan, dan Badan Kehormatan serta anggota DPR RI melakukan penyelidikan terhadap kebijakan Kesekjenan DPR RI yang selalu menggulirkan proyek-proyek kontroversial.

"Saya bukan menuduh, tapi saya pikir pantas untuk curiga, dengan bergulirnya proyek-proyek kontroversial yang selalu muncul harus diwaspadai sebagai upaya melemahkan DPR secara kelembagaan, apa lagi jika memang pemerintah berkepentingan," ujar Irmadi Lubis di Jakarta, Rabu (18/1/2012).

Irmadi mengatakan, penyelidikan diperlukan sebab ada kecurigaan, proyek-proyek kontroversial, seperti renovasi ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR Rp 20 miliar, renovasi WC 2 miliar, perbaikan fasilitas parkiran motor di lingkungan DPR Rp 3 miliar, dan terakhir pengadaan kalender sengaja dilakukan sebagai upaya melemahkan posisi DPR RI.

Mantan anggota DPR RI periode 1999-2004 dan priode 2004-2009 dari daerah pemilihan Sumut ini memaparkan kecurigaannya, sebab walaupun Sekjen DPR RI sudah berganti, tetapi proyek-proyek kontroversial selalu dimunculkan.

"Dulu citra DPR buruk akibat adanya anggaran renovasi rumah dinas, kemudian  pengadaan computer dan mesin cuci. Periode berikutnya proyek renovasi rumah dan pembangunan gedung baru," katanya.

Irmadi melontarkan keheranannya atas fasilitas ruang Banggar DPR RI yang direnovasi, terutama kursi yang diimpor dari Jerman. Menurutnya, kursi semewah itu, tidak pernah dipakai anggota Parlemen Jerman.

"Ini sudah tidak logika. Saya sudah pernah melihat ruangan Parlemen Jerman. Walaupun Jerman merupakan negara maju, kursi yang demikian tidak dipakai, sedangkan kita negara miskin memakai kursi semewah itu," tandas Irmadi.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas