Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
Live
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Kelebihan Penumpang dan Sekoci pun Dikerek Manual

Kala itu sekoci yang harusnya terisi 150 orang dipenuhi 160 orang. Untungnya jarak pulau dengan kapal tidak begitu jauh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peristiwa karamnya kapal pesiar Costa Concordia di lepas pantai Italia atau dekat Pulau Giglio, Sabtu (14/1/2012) pekan lalu mungkin jadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Aryanto Sunarso, salah satu ABK kapal tersebut.

Betapa tidak, ketika kapal mulai goyang, Aryanto dengan jiwa sosialnya berinisiatif untuk mengarahkan para penumpang menuju kapal sekoci. Dia lebih memikirkan keselamatan banyak orang daripada keselamatan pribadinya.

Setelah berhasil mengarahkan para tamu, Aryanto kemudian turun ke bawah atau dek 4 untuk menjemput istrinya. Ayah empat anak ini pun berlari-lari turun ke bawah memacu waktu.

"Saya langsung ketemu istri saya, dia sudah nangis terus," katanya.

Tak lama bertemu dengan istrinya, Aryanto lalu langsung menuju ke atas menyelamatkan diri. Tetapi Aryanto sempat kembali lagi ke dek di bawah.

Lalu, Aryanto bersama istrinya Jenni Rahayu menuju kapal sekoci. Kala itu sekoci yang harusnya terisi 150 orang dipenuhi 160 orang. Untungnya jarak pulau dengan kapal tidak begitu jauh.

"Saya utamakan anak-anak dan perempuan, situasi panik sekali saat itu. Bahkan mas, sekoci diturunkan dengan cara manual yakni dikerek karena tombol otomatisnya mati. Dari 86 sekoci yang bisa dipakai hanya 4 dan harus bolak-balik," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Tak lama, lanjut Aryanto ia tiba di Pulau Giglio dan memandang ke atas, Costa Concordia tiba-tiba bergeser 360 derajat. Ia pun sempat kepikiran teman-temannya yang belum dapat diselamatkan.

"Ketika saya sudah di pulau bersama istri saya, saya tak henti-hentinya mengucap syukur," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas