Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Saan Mustopa: Pernyataan Ruhut Sitompul soal Anas Wajar

Pernyataan Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul yang meminta Anas Urbaningrum mundur dari kursi ketua umum terus menarik perhatian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Taryono
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Pernyataan Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul yang meminta Anas Urbaningrum mundur dari kursi ketua umum terus menarik perhatian.

Terkait hal tersebut Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustopa, mengaku tidak merasa ada masalah atas komentar tajam Ruhut. "Soal Ruhut, dalam era demokrasi, partai Demokrat mengedepankan perbedaan, tentu suara seperti itu dengan perspektif masing-masing tak bermasalah. Itu biasa dan wajar,"ujar Saan di gedung DPR, Jakarta, Jumat(3/2/2012).

Hingga saat ini, kata Saan, tidak ada satu orang ataupun institusi yang menghendaki Anas untuk mundur atau nonaktif. "Tapi sampai sekarang tak ada institusi satu pun di Demokrat yang meminta Anas nonaktif atau mundur, apakah itu DPD, DPC, Dewan Pembina ataupun Dewan Kehormatan,"jelasnya.

Ketika ditanyakan adanya desakan dari DPD Kaltim agar Anas mundur, Saan menjelaskan semua hal tersebut bisa dilihat sebagai hasil rapat pleno, dan tentu Partai Demokrat memiliki mekanisme AD/ART. "Semua proses politik, mesti melalui mekanisme yang sesuai AD/ART,"jelasnya.

Terkait pertanyaan, apakah pernyataan Ruhut tak melanggar etika? Saat menjelaskan bahwa
Soal etika dan sebagainya adalah ranah Dewan Kehormatan.

"Apakah itu melanggar etika partai itu diserahlan ke Dewan Kehormatan, dewan punya perangkat Komisi Pengawas, dan komisi pengawaslah yang akan menilai, apakah pernyataan kader hari ini sudah melanggar etika partai atau tidak, itu sepenuhnya Komisi Pengawas dan Dewan Kehormatan,"pungkasnya.(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas