Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Umumkan Tersangka Sendirian, Abraham Tampik KPK Pecah

Ada yang berbeda dari penampilan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2011-2015, dibandingkan periode sebelumnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Ada yang berbeda dari penampilan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2011-2015, dibandingkan periode sebelumnya. Saat mengumumkan seorang, terutama tokoh publik seperti Angelina Sondakh menjadi tersangka, kemarin, Ketua KPK Abraham Samad tampil seorang diri, sedangkan para komisioner KPK pendahulunya selalu bersama-sama.

Kemarin Abraham Samad hanya didampingi Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha. Tidak bersama juru bicara KPK Johan Budi. Empat komisioner lainnya; Bambang Widjojanto, Busyro Muqoddas, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnaen, antah-berantah.

Pemandangan ini agak janggal, dan mendekati rumors yang beredar pekan sebelumnya, yang menyebut Abraham Samad cekcok dengan komisoner lainnya. Pemicunya, ada perbedaan sikap dan pendapat untuk menetapkan tersangka baru, Anas Urbaningrum dalam kasus suap Wisma Atlet.

Konon, menurut kabar yang dibantah Abraham Samad dan Bambang, Abraham marah besar, dan memecahkan kaca meja di ruang pimpinan KPK saking emosi ketika menghadapi perbedaan sikap untuk segera menetapkan tersangka.

Lalu di mana pimpinan KPK yang lainnya? Abraham mengaku pimpinan lain sedang sibuk akas pekerjaan lain yang tak kalah penting. Satu orang pimpinan KPK yang masih berada di luar negeri.

"Jadi saya tegaskan, tidak ada perpecahan, yang ada hanya perbedaan pendapat. Kami kompak-kompak saja," ujar Abraham.

Penetapan tersangka terhadap Angie, kata Abraham, bukan seperti rumor yang menyebut Bambang dan Busyro menolak politisi Demokrat dijadikan tersangka, itu merupakan keputusan bersama semua pimpinan KPK dan penyidik yang dilandasi dua alat bukti yang cukup. "Ini keputusan kolektif," kata Abraham.

Rekomendasi Untuk Anda

KPK telah menetapkan Angelina Sondakh menjadi tersangka kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet. Menyikapi hubungan asmaranya dengan mantan penyidik KPK, Kompol Brotoseno, KPK memastikan akan bersikap profesional terkait penyelidikan janda mendiang Adjie Masaid itu. "Kami akan bersikap profesional," ujar Abraham Samad

Untuk menjaga independensi lembaga KPK, akhirnya Broto Seno dikembalikan ke instansi kepolisian. "Kami akan bersih-bersih di dalam, orang-orang yang akan menghambat akan ada tritmen," ujar Abraham, pengacara asal Makassar, Sulsel. (tribunnews/edf)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas