Wiranto: Buruh Korban dari Tsunami Korupsi
Wiranto menganggap bahwa korupsi di Indonesia semakin marak. Itulah yang mengakibatkan tidak meratanya pendapatan masyarakat
Penulis:
Adi Suhendi
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wiranto menganggap bahwa korupsi di Indonesia semakin marak. Itulah yang mengakibatkan tidak meratanya pendapatan masyarakat sehingga mengundang kegelisahan di kaum buruh.
"Menurut saya masalah korupsi luar biasa sangat berat di Indonesia. Masalah korupsi membebani setiap kehidupan di negeri ini termasuk nasib buruh pun sebenarnya menjadi (korban)tsunami korupsi di negeri ini," kata ketua umum DPP Partai Hanura, Wiranto saat ditemui di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Sabtu (4/2/2012).
Menurutnya, andaikan uang-uang yabg dikorupsi tersebut, betul-betul digunakan secara efisien dan efektif untuk mengangkat nasib buruh, buruh tidak akan melakukan tindakan-tindakan seperti yang terjadi belakangan ini.
Permasalahan buruh menurut Wiranto sebenarnya sederhana saja solusinya dengan menyeimbangkan antara kinerja buruh sebagai subjek penghasil devisa dengan buruh sebagai objek kesejahteraan.
"Pada saat tenaga mereka diperas habis-habisan untuk menambah devisa namun nasibnya tidak diperhatikan pasti akan terjadi suatu proses yang dinamakan demonstrasi seperti ini," ungkap Wiranto.
Permasalahan buruh tidak akan pernah selesai bila pemerintah tidak bergerak dengan membuat kebijakan-kebijakan yang berpihak pada buruh dan rakyat kecil.
"Ini saya kira kita semua tahu, hanya saja bagaimana politik pemerintah mengatasi masalah ini," ucapnya.