Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mama Yuli Raih Gelar Cum Laude

Tak sekedar membuka salon kecantikan, Mama Yuli kemudian mendaftarkan diri menjadi mahasiswa di Universitas At-Tahiriyah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Ade Mayasanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya Yulianus Rettoblaut alias Mami Yuli (50) menjadi orang yang berguna tak mudah. Tak sekedar membuka salon kecantikan, Mama Yuli kemudian mendaftarkan diri menjadi mahasiswa di Universitas At-Tahiriyah.

Masa-masa menjalani pendidikan di perguruan tinggi, ia jalani dengan mulus. Mami meraih gelar cum-laude dengan skripsi yang membahas kerja waria berkaitan dengan peraturan daerah DKI Jakarta. Mami Yuli menjadi satu-satunya lulusan non Islam dan waria pertama yang menyabet gelar sarjana di universitas tersebut.

Mami Yuli ingin membuka pandangan banyak orang bahwa waria bukan hanya bisa mejeng di jalanan dan mengamen. Tetapi lebih sekedar hal itu.

"Saya mengalami sendiri dan melihat waria disemena-menakan menyangkut masalah hukum, dipukulin, dimutilasi, ditembak. Saya ingin mengadvokasi kasus itu dan menjadi pengacara bagi teman-teman waria," ungkapnya.

Mami merasa bahagia tinggal dengan pasangannya di rumah kawasan Cinere. Anak angkat pertamanya yang berumur 18 tahun, ia masukkan ke sekolah sepakbola. Anak kedua bersekolah di sekolah asrama Katolik.

"Kalau yang ketiga masih umur tiga tahun, semuanya sudah saya beritahu mengenai aku, semuanya enggak minder dan menerima," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kini Mami Yuli menunggu pengumuman dari Komnas HAM apakah ia lolos ke tahap berikutnya. Pengumuman itu rencananya keluar pada tanggal 13 Februari 2012.

"Mami Yuli aktif di organisasi. Semoga ia terpilih dan bisa membawa keinginan kita. Kami selalu mendukung perjuangan Mami Yuli," kata anggota Yayasan Srikandi Sejati, Kristin.

Saat ditemui, Mami Yuli bersama sekitar 10 orang waria berkumpul di rumah yang terletak di dalam gang di kawasan Jakarta Timur. Rumah tersebut merupakan markas Yayasan Srikandi Sejati yang bergerak di bidang kesehatan untuk waria.

Mereka sedang mengadakan rapat rutin mingguan. "Kami sedang membahas kesehatan waria, ada beberapa kasus di wilayah," kata salah satu waria, Kristin. Tribunnews.com, saat itu akan bertemu dengan calon komisioner Komnas HAM periode 2012-2017 Mami Yuli. Namun, setelah menunggu, Mami Yuli memindahkan lokasi wawancara.

"Maaf mas hujan lebat di sini, saya baru mengurus waria yang menjadi korban tabrak lari," kata Mami Yuli melalui hubungan telepon.

Mami Yuli akhirnya meminta diwawancara di salon miliknya di kawasan kelurahan Cilandak Barat. Hujan yang mengguyur deras menemani perbicangan dengan ketua Forum Komunikasi Waria Se-Indonesia itu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas