Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Rangga Bayar Rp 270 Juta tapi Batal Berangkat ke Amerika

Rangga PI, seorang calon pilot korban OM mengaku merugi ratusan juta. Ia sudah membayar tapi belum sempat berangkat ke Amerika.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Domu D. Ambarita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Waspada terhadap iklan melalui internet. Jangan mudah termakan jani-jani manis. Seperti dialami 20 pelajar asal Indonesia yang tergiur belajar pilot Amerika Serikat. Awal seorang CEO asal Indonesia mengaku bernama OM memasang iklan situs di internet, terbang.com. Situs ini sudah nonaktif.

OM mengaku mencari kandidat pilot dari Indonesia yang mau belajar di Aero Tech Academy Redlands, California, Amerika Serikat. Sekolah orang Amerika ini mengeluarkan student visa bagi 20 orang.

Akan tetapi anehnya setelah orang banyak mendaftar, OM mewajibkan anak-anak calon pilot membayar 30 ribu dolar AS setara kurang lebih Rp 270 juta (asumsi 1 dolar AS = RP 9.000), bayar di muka dan ditransfer ke account Accelerate 36 di Amerika Serikat. Walaupun sudah membayar, para calon belum tentu akan mendapatkan visa ke negeri Paman Sam itu.

Salah satu yang menjadi korban penipuan, Rangga PI menceritakan awal mula kejadian itu. Ditemui Tribun di sebuah asrama sekolah pilot bernama Rajawali Citra Nusa Pilot School, Rangga menggunakan kaus dan celana training berwarna merah. Rangga PI, seorang korban yang mengaku merugi ratusan juta. Ia sudah membayar tapi belum sempat berangkat ke Amerika.

Kebetulan saat itu Rangga sedang beristirahat selepas mendapatkan teori di ruang kelas. Sekilas sekolah penerbang yang lokasinya berada tidak jauh dari Lapangan Terbang Pondok Cabe di kawasan Cireundeu, Tangerang Selatan ini mirip sebuah kompleks perumahan, gaya bangunannya pun bergaya mediterania dan tidak tampak seperti asrama atau lainnya.

Dilengkapi tempat fasilitas olahraga seperti lapangan basket dan futsal, ada sekitar 37 orang yang menempuh pendidikan di tempat tersebut. "Jangan terlalu lama ya mas, habis ini agendanya olahraga," ujar Rangga kepada Tribun saat ditemui, Selasa (7/2/2012).

Sebanyak 16 orang sudah telanjur berangkat ke Amerika. Mereka adalah Hendry A, Zulfikar J, Hospie LJ, Alif PY, Augie BY, Agitsi D, David R, Aditya W, Randy P, Toupan J, Kiko YP, Sahat P, Clay S, Ari BP, Herwins, dan Sumesh V. Mereka diselamatkan Kapten Hifni Assegaf mantan anggota TNI yang jadi instruktur penerbang di AS.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal yang cukup mencengangkan uang anak-anak ini hilang, tidak kembali. Keluarga mereka kini dikabarkan sudah melapor ke Mabes Polri.

Sedangkan korban yang masih berada di Indonesia adalah Deri M, Rangga PI, dan Deo R, mereka belum diberangkatkan meski sudah membayar uang dalam jumlah yang besar kepada OM.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas