Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Farihin Akui Kemampuan Demolition Umar Patek

Umar Patek, satu dari sekian aktor kasus Bom Bali I pada 2002, memiliki keahlian demolition mumpuni

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Y Gustaman
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Umar Patek, satu dari sekian aktor kasus Bom Bali I pada 2002, memiliki keahlian demolition mumpuni. Keahlian Umar yang beristerikan warga Filipina ini diakui kakak kelasnya saat mengenyam pendidikan militer di Kamp Ittihad Islami, Afghanistan.

"Orangnya memang kalem, enggak banyak bicara. Tapi punya keahlian. Di Afghanistan untuk demoliton standar. Tapi dia belajar lagi. Spesifikasinya sama dengan Dulmatin," ujar Farihin kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (13/2/2012).

"Seperti yang anda ligat, kalem enggak banyak bicara tapi punya keahlian. Saya pulang dia datang ke Afghanistan. Dia akademik. Cuma spesifikasi sama Dulmatin. Saya kakak kelas di Afghanistan. Camp Ittihad Islami," katanya.

Farihin melihat keahlian menonjol Umar Patek ketika dia memakai resistor sebagai penyambung baterai sembilan volt untuk meledakkan bom yang beratnya satu ton. Apalagi, kata Farihin, alat-alat yang dipergunakan untuk rangkaian bom itu jauh dari pengetahuannya.

Memang, ketika Farihin keluar dari Afghanistan, Umar Patek baru masuk ke Afghanistan. Kemampuan adaptifnya terbilang baik. Ia menguasai tiga bahasa, Inggris, Arab, dan Persia. Ditambah, tiga bahasa daerah istrinya di Mindanao, yang menjadi basis MLF. (*)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas