Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Usulan PKS Soal Pemilu 2014

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung penyederhanaan partai politik secara bertahap.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Ade Mayasanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendukung penyederhanaan partai politik secara bertahap. Caranya, PKS mendukung kebijakan mengerek naik ambang batas parlemen atau parliamentary treshold sebesar 3-5 persen. Kenaikan ambang batas parlemen ini diberlakukan secara nasional dan kabupaten/kota. Bukan hanya itu, PKS pun mendesak daerah pemilihan tetap pada kisaran 3-10 kursi.

"Ini agar mempermudah evaluasi terhadap kinerja anggota legislatif dan partai politik pada periode sebelumnya. Sehingga reward dan punishment dilakukan oleh pemilih terhadap anggota legislatif pada pemilu berikutnya pada daerah pemilihan yang sama," kata Ketua Panja PKS untuk Pemilu, Al Muzzammil Yusuf kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/2/2012).

Menurutnya, kerumitan pemilu yang terjadi pada pemilu 2009 semestinya tidak terulang. Untuk itu dibutuhkan peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilu yang memberikan kemudahan bagi pemilih dan biaya yang murah. Sehingga potensi kecurangan dan tindak kejahatan korupsi yang memanfaatkan momen pemilu dapat diminimalisir.

Muzzammil menambahkan, saat ini diperlukan metode penghitungan suara menjadi kursi yang adil, sederhana dan mudah digunakan. Metode penghitungan suara ini diupayakan tidak menimbulkan sengketa pemilu yang berkepanjangan. Caranya, penerapan sistem pemilihan umum dilakukan secara proporsional dengan daftar tertutup atau lebih dikenal sebagai sistem proporsional tertutup.

"Pemilih hanya mencoblos gambar partai politik di kertas suara, sedangkan gambar calon legislatif dapat ditempelkan di bilik TPS. Sistem pemilihan umum ini memungkinkan kertas suara kecil yang berdampak pada biaya pemilihan umum yang lebih murah, sistem ini juga akan memudahkan pemantauan di lapangan,"jelasnya.

Anggota Komisi II DPR ini juga menambahkan PKS mendorong juga metode alokasi kursi dengan OPOVOV (one person one vote one value). Dengan metode alokasi kursi ini, dapat disepakati minimal per provinsi 3 wakil. Sisa kursi yang ada bisa dibagi dengan metode OPOVOV.

Rekomendasi Untuk Anda

Tidak ketinggalan pula PKS menyarankan adanya metode Divisor dengan varian Sainte-Lague. Cara ini dinilai sangat bersahabat untuk partai-partai kecil.

"Terakhir, perlu adanya pembatasan dana kampanye pemilu sebagai upaya mengurangi politik uang dan pemilu yang mahal. Adapun besaran pengeluaran dana kampanye pemilu dibicarakan lebih lanjut dengan berbagai pihak dan perbandingan dengan berbagau negara lain tentang batasan pengeluaran biaya kampanye tersebut," urainya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas