Gubernur Lemhanas: Menolak Kehadiran Ormas itu Hak Warga
Gubernur Lemhanas Budi Susilo Soepandji mengatakan wajar warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah melakukan penolakan terhadap ormas
Penulis:
Imanuel Nicolas Manafe
Editor:
Gusti Sawabi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Budi Susilo Soepandji mengatakan wajar warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah melakukan penolakan terhadap ormas yang ingin masuk ke daerahnya.
"Itu wajar warga Palangkaraya menolak dan menerima ormas," ujar Budi Susilo kepada wartawan usai melakukan dialog dengan pemimpin redaksi media di Gedung Lemhanas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2012).
Budi Susilo menjelaskan, penolakan masuknya ormas ke daerahnya merupakan hak dari warga setempat dan ormas tidak bisa begitu saja mendesak masuk. Hal itu diutarakannya dengan menggunakan perumpaan.
"Misalnya anda bertamu kerumah saya. Lalu saya menolak anda karena saya takut anda merusak rumah saya. Itu kan hak saya dan anda harus menghormatinya," ucap Budi Susilo mengumpamakan.
Namun, tambah Budi Susilo, penolakan warga Palangkaraya terhadap ormas yang ingin masuk ke wilayahnya jangan dengan tindakan kekerasan. Harus diadakan dialog agar keduabelah pihak bisa sama-sama mengerti duduk persoalannya.
"Harus diadakan diskusi sesuai konstitusi. Kalau kekerasan dilawan kekerasan kan justru semakin memperkeruh suasana," ungkap Budi Susilo.
Sebelumnya diberitakan, empat delegasi Front Pembela Islam (FPI) ditolak oleh sejumlah masyarakat Dayak di Bandara Cilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu 11 Februari.