Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
Live
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

3 Tersangka Insiden Penyerangan di RSPAD

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jakarta Pusat mengatakan tiga telah ditetapkan sebagai tersangka dari tujuh orang yang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jakarta Pusat mengatakan tiga telah ditetapkan sebagai tersangka dari tujuh orang yang awalnya diperiksa sebagai saksi dalam insiden bentrok yang terjadi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPUD) Gatoto Subroto, Kamis (23/2/2012) dinihari.

"Setelah dilakukan pemeriksaan selama sepuluh jam, kami tetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Kasat Reskrim AKBP Hengky, kepada wartawan, di Mapolres Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2012).

AKBP Hengky juga menuturkan, dari salah seorang tersangka diperoleh barang bukti berupa baju yang dipenuhi darah yang diduga merupakan milik salah satu korban meninggal. Terkait darah tersebut, pihaknya masih menunggu proses penelitian.

"Tes DNA pada darah yang terdapat disalah seorang tersangka akan dicocokan dengan darah korban dan baru dapat dipastikan besok hasilnya,"tutur Hengky.

Diberitakan sebelumnya, kedua korban adalah Ricky Tutu Boy (37) dan Stenly A.Y Wenno (39), tewas akibat diserang saat melayat Bob Stanley Sahusulawan di Rumah Duka RSPAD, keduanya tewas akibat luka bacok di bagian vital seperti kepala dan leher.

Pihak kepolisian masih mengindikasikan tindakan tersebut merupakan pidana murni dan tak mengaitkan dengan gesekan kelompok bernuansa etnis pasca John Kei ditangkap.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas