Buruh Tuntut 2000 Kontainer Besi Tua Dibebaskan
Ribuan buruh yang tergabung dalam Indonesian Iron Steel Industry Asociation (IISIA) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ribuan buruh yang tergabung dalam Indonesian Iron Steel Industry Asociation (IISIA) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur.
Massa melakukan aksi karena besi yang diimpor oleh pihaknya dianggap KLH mengandung limbah berbahaya dan mencemarkan lingkungan.
"Besi yang kami impor dari luar negeri dianggap mengandung B3 yang dianggap sebagai limbah berbahaya oleh menteri Lingkungan Hidup. Kami meminta KLH mencabut ketentuan yang dikeluarkannya," kata ketua IISIA, Ismail Mandri, Kamis (23/2/2012).
Lebih lanjut Ismail mengatakan bahwa, sejak 3 Februari hingga saat ini, 2000 kontainer yang berisi bahan baku pembuatan baja itu masih terparkir di pelabuhan Tanjung Priok. Akibatnya 3 ribu karyawan terancam tidak bekerja, dan perusahaan tidak berproduksi.
"Apa perlu kami menutup jalan tol Cikampek lagi, agar kami bisa kembali bekerja," ancam Noval, salah seorang buruh.
Pantauan Tribunnews.com dalam aksinya yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu, para buruh menutup sebagian jalan DI Panjaitan. Hingga akhirnya beberapa perwakilan diminta untuk melakukan negosiasi dengan pihak KLH. Perwakilan KLH pun berjanji dalam waktu tiga hari kedepan akan ada putusan terkait masalah tersebut.
"Kalau sampai tiga hari kedepan kita belum mendapat kepastian, kita akan demo besar-besaran dengan mengerahkan massa dari 150 perusahaan baja yang ada di Indonesia," tukas Ismail.