Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

FPAOI Sepakat Ormas Islam Radikal Harus Dibubarkan

Forum Persahabatan Antar Ormas Islam (FPAOI) mendukung Pemerintah untuk tegas terhadap keberadaan Ormas Islam radikal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Forum Persahabatan Antar Ormas Islam (FPAOI) mendukung Pemerintah untuk tegas terhadap keberadaan Ormas Islam radikal. Hal itu disampaikan tiga belas pimpinan Ormas Islam saat bersilaturahmi ke Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djoko Suyanto, sekaligus melaporkan berdirinya FPAOI.

"Dulu waktu menghadap Presiden belum berbentuk forum. Nah sekarang sudah dan kami ingin Menkopolkam mengetahuinya," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj, yang didaulat menjadi juru bicara FPAOI di kantor Kemenkopolkam, Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Selain NU, 12 Ormas lainnya adalah Al Irsyad, Al Ittihadiyah, Al Wasliyah, Muhammadiyah, Perti, Syarikat Islam Indonesia, Rabithal Alawiyah, Mathlaiul Anwar, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Persis dan Az Zikro.

"Tadi kami tegaskan untuk bersama-sama Pemerintah memberdayakan masyarakat. Kami juga berikan dukungan ke Pemerintah, tapi kami juga akan mengkritik jika Pemerintah sudah melenceng," tambah Kiai Said.

Mengenai keberadaan Ormas Islam radikal FPAOI juga menegaskan tidak sependapat. Bahkan dalam pertemuan dengan Menkopolkam, Pemerintah didesak untuk tidak segan bertindak tegas melakukan pembubaran.

"Saya tidak menyebut nama FPI. Tapi yang jelas ormas yang diindikasikan akan menimbulkan keresahan, melakukan teror, harus dibubarkan. Ini termasuk premanisme," tandas Kiai Said.

FPAOI, masih kata Kiai Said, akan berusaha memberikan pencerahan ke masyarakat agar bisa membedakan Islam radikal dan yang tidak.

Rekomendasi Untuk Anda

Pencerahan yang sama akan disampaikan untuk membedakan Ormas yang mencoreng Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pak Djoko mewakili Pemerintah sangat mendukung ini, bahkan kita diminta. Ini memang harus bersama-sama, karena Pemerintah tidak bisa sendirian," tuntasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas