Perwira TNI Dekat Ring Satu Lebih Diutamakan
Mantan Sekretaris Militer (Sesmil), Mayjen Purnawirawan TB Hasanuddin, tak membantah terkait beredarnya rumor dari para perwira TNI AD.
Penulis:
Rachmat Hidayat
Editor:
Taryono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Mantan Sekretaris Militer (Sesmil), Mayjen Purnawirawan TB Hasanuddin, tak membantah terkait beredarnya rumor dari para perwira TNI AD.
Rumor para perwira itu tak lain, banyaknya perwira yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan karier militer, seperti Seskoad, Sesko TNI dan jenjang Lemhanas, kalah dan tidak mendapatkan pekerjaan.
Sementara, prajurit atau perwira yang tak mengikuti jenjang pendidikan atau sekolah justru mendapatkan 'job' lebih cepat dibandingkan mereka, melalui jenjang karier. Sampai ada anekdot, kalau disekolahkan, paling tinggi jabatannya hanya menjadi perwira menengah (pamen) ahli di Kodam dan Mabesad.
"Memang benar rumor itu. Sekarang ring mantan-mantan Sesmil dan ajudan yang mendapat prioritas, tidak melalui jenjang karier, tapi melalui jalur tol. Yang dekat dengan ring 1 saja yang jenjangnya naik," kata TB Hasanuddin, Kamis (23/2/2012).
Diceritakan, yang berpangkat Kolonel, langsung Brigjen, Majyen, kemudian langsung berpangkat Letjen. Ini, terjadi di ring 1 atau lingkaran Istana, termasuk di jajaran Bandan Intelijen Nasional (BIN).
"Memang tak ada aturan yang dilanggar. Namun, ini menimbulkan kecemburuan para perwira nonkarier yang tidak dekat dengan ring 1 . Situasi ini melebihi era Pak Harto. Saya berbicara seperti ini, berdasarkan pengalaman," kata TB Hasanuddin, yang pernah menjadi ajudan Presiden ketiga, BJ Habibie ini.
"Saya ngomong berdasar pengalaman. Ajudan, Sesmil, Paspampers yang lebih diutamakan. BIN, mantan Paspamres, Pangdam strategis, mantan Paspampres, Pangkostrad mantan ajudan," tuturnya.
"Saya tegaskan kembali, ini tidak menyalahi aturan, tidak, hanya saja dapat menimbulkan kecemburuan bagi para perwira yang lain yang mengikuti jenjang karier lebih dulu.
Tidak mungkin terjadi gejolak dalam hal ini. Bisa berpengaruh, kohesi dan jiwa korasa (saling membela ) sesama perwira TNI. Mereka yang sudah melalui jenjang karier, harus sama dengan perwira yang dekat dengan ring 1," katanya lagi. (*)