Masyarakat Diprediksi Pilih Partai Baru
Masyarakat cenderung akan mencari alternatif partai politik baru saat pelaksanaan pemilu 2014 mendatang. Hal itu akibat menurunnya tingkat
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat cenderung akan mencari alternatif partai politik baru saat pelaksanaan pemilu 2014 mendatang. Hal itu akibat menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik yang kerap dirundung masalah.
"Ada sebuah 'rolling party' pada partai besar dan adanya ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik, sehingga masyarakat akan mencari alternatif partai baru dan tidak memilih (golput)," kata Pengamat Politik Effendi Gazali dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/3/2012).
Effendi mengatakan sekitar 66,7 persen masyarakat diprediksi akan keluar dari partai besar yang tengah dirudung masalah, seperti Partai Demokrat dan lain sebagainya.
"Ada sebagian mereka yang keluar ini akan kembali ke partai sebelumnya, seperti PDIP, Golkar dan lainnya," kata Effendi seraya mengatakan ada sinisme dari masyarakat terhadap partai besar yang selama ini membuat iklan soal pemberantasan korupsi, tetapi dalam kenyataannya banyak kadernya yang terlibat kasus korupsi.
Tidak hanya itu, akademisi dari Universitas Indonesia ini menjelaskan akan ada sebagian mereka mencari partai baru yang lebih menjanjikan dan populer. Salah satunya seperti Partai NasDem yang mengumbar 'Gerakan Perubahan'.
"Partai berjargon restorasi Indonesia itu selalu 'concern' terhadap isu-isu aktual, sehingga membuat masyarakat tertarik. Terlebih Partai NasDem nasionalis dan populer," katanya.