Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Sudah Sebulan Kuntit Terduga Teroris

Sebelum terjadi baku tembak antara aparat Densus 88 Antiteror Polri dengan lima teroris, polisi sudah menguntit gerak-gerik mereka.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebelum terjadi baku tembak antara aparat Densus 88 Antiteror Polri dengan lima teroris, polisi sudah menguntit gerak-gerik mereka selama sebulan terakhir.

"Para pelaku telah dipantau dalam sebulan terakhir," ujar Kepala Bidang Penerangan Umum Polri Kombes Boy Rafli Amar, Senin (19/3/2012) kepada wartawan.

Dijelaskan Boy, para terduga teroris juga sudah dibuntuti, saat melakukan survei ke beberapa tempat yang akan dijadikan objek perampokan, antara lain Toko Mas Uluwatu, Bali Money Changer, dan Cafe Lavida Loca.

"Semua tersangka meninggal dunia saat ditangkap, karena melakukan perlawanan. Saat disergap, terjadi saling baku tembak," imbuhnya.

Lima terduga teroris ditembak mati di dua tempat di Bali, Minggu (18/3/2012) sekitar pukul 20.30 WIB.

Lokasi penyergapan pertama terjadi di Jalan Gunung Sapotan, Denpasar, Bali. Dua orang dilumpuhkan, yakni HN (32) asal Bandung, Jawa Barat yang merupakan DPO dalam kasus perampokan CIMB Medan. Kedua, AG (30), warga Jimbaran.

Rekomendasi Untuk Anda

Lokasi penyergapan kedua terjadi di Jalan Danau Poso, Sanur, Denpasar, Bali. Masing-masing terduga teroris berinisial UH alias Kapten, DD (27) asal Bandung, dan M alias Abu Hanif (30) asal Makassar, Sulawesi Selatan. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas