Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korban Bentrok: Saya Tidak Bisa Nafas Lagi dan Jatuh

Deddy Darwis, seorang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang dikabarkan tertembak saat unjuk rasa

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Deddy Darwis, seorang mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang dikabarkan tertembak saat unjuk rasa di depan Istana Negara sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit (RS) Tarakan, Cideng,Jakarta Pusat pada Selasa (27/3/2012) malam. Deddy pun langsung dievakuaasi teman-tamannya ke LBH Jakarta.

Kepada Tribunnews.com, Deddy mengatakan terkena luka di bagian dada. Namun, dirinya tidak tahu apakah itu akibat luka tembak atau bukan. "Yang saya ingat tiba-tiba saya sudah di infus di RS Tarakan," ujarnya kepada Tribunnews.com.

Saat itu, aku Deddy, bersama teman-teman dari Konami hendak menuju Istana Presiden untuk menyampaikan aspirasi menolak kenaikan BBM. Namun, saat di depan Stasiun Gambir, lanjut Deddy, massa aksi langsung dikepung pihak Kepolisian.

"Semua senjata lengkap, lebih banyak massa aparat saat itu," tuturnya.

Kendati demikian, pengunjuk rasa, sambungnya, terus mendesak untuk menerobos barisan aparat. Dirinya saat itu berada di barisan paling depan, dengan beberapa massa aksi lainnya.

"Tiba-tiba bentrok semakin memanas. Pihak kepolisian sudah siap melancarkan serangannya dengan gas air mata," ujarnya.

Beberapa saat bentrokkan terjadi, dirinya langsung di kepung beberpa kawanan polisi. Saat itu, akuinya, dirinya langsung dipukul oleh aparat di bagian kaki dan terjatuh.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ketika saya bangun, mereka (aparat) langsung nembakin gas air mata ke arah pendemo. Saya kena selongsong gas tepat dibagian dada, sampai saya tidak bisa nafas lagi dan jatuh," ujarnya.

Untuk diketahui, untuk mengendalikan gas air mata, dibutuhkan sebuah alat seperti peluru untuk menghempaskan gas tersebut.

Secara terpisah rekan Deddy, Ginanjar mengatakan saat terjatuh Deddy langsung diamankan ke tepi jalan depan Gereja Imanuel, Gambir, Jarta Pusat.

Deddy langsung dibawa petugas kesehatan dari Palang Merah Indonesia menggunakan Ambulance ke RS Tarakan Cideng, Tanah Abang.

Terkait luka, Deddy menjelaskan mendapatkan luka memar di bagian dada. Namun, saat ini dirinya sudah dapat bernafas dengan baik.

"Sekarang sudah lumayan. Nih baju saya saja robek karena tembakkan selongsong gas itu," ujar Deddy sambil menunjukkan ke arah luka tembak dan bajunya yang robek tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas