Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Menhan Bantah Ada Anggaran Ganda Pembelian Sukhoi

Menteri Pertahanan (Menhan), Purnomo Yusgiantoro membantah adanya anggaran ganda dalam pembelian Alat Utama Sistem Persenjataan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan), Purnomo Yusgiantoro membantah adanya anggaran ganda dalam pembelian Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) pesawat tempur Sukhoi jenis jenis 30-MK2 sebanyak enam unit.

"Tidak ada itu. Tidak ada double anggaran. Yang mengaitkan itu mbok ya dicek dahulu anggaran yang mana," tutur Purnomo singkat usai mengikuti Rapat Paripurna Tingkat Menteri (RPTM) yang digelar di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2012).

Menurut Purnomo, tidak ada permasalahan dalam pembelian teknis karena sudah dilakukan secara bertahap dengan membangun sistem dimulai dari Kementrian-kementrian teknis lalu diajukan kepada Kementrian Keuangan baru kemudian dibahas di Panitia Anggaran DPR.

Atas dasar itu, Purnomo menegaskan anggaran pembelian Sukhoi tidak hanya menyangkut satu Kementerian tapi melibatkan institusi yang besar untuk proses APBN.

"Jadi, yang menuduh itu mestinya melihat dululah sistem yang kami bangun baru bicara," tandas Purnomo.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengendus adanya anggaran ganda dalam pengadaan enam unit Sukhoi.

Menurut ICW, pemerintah telah menganggarkan simulator Sukhoi pada sumber anggaran yang berbeda serta harga yang berbeda. Untuk sumber dari APBN-P pemerintah menganggarkan Rp. 376.270.050, sedangkan untuk sumber sumber dari alokasi state credit Rusia berjumlah US Dollar 45 Ribu sehingga ada perbedaan jumlah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas