Pengamat: Koalisi Retak Karena SBY Takut Ambil Risiko
Penyebabnya adalah cara kepemimpinan SBY yang tidak berani menjalankan risk taking leader atau berani mengambil risiko
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Retaknya koalisi partai pendukung pemerintahan SBY-Boediono dengan adanya rencana PKS menjadi oposisi menjadi perbincangan hangat beberapa waktu belakangan ini. Penyebabnya adalah cara kepemimpinan SBY yang tidak berani menjalankan risk taking leader atau berani mengambil risiko.
"SBY sangat hati-hati dan cenderung melembagakan 'zona nyaman kekuasaan' ," ujar Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Gun-Gun Heryanto kepada Tribunnews.com, Senin(2/4/2012).
Tidak hanya itu, Gun-Gun melihat ada cacat bawaan konsep koalisi dalam sistem presidensialisme. Bagaimanapun koalisi besar dalam presidensialisme yang bersanding dengan multipartai ekstrem selalu akan menempatkan siapapun presiden dalam labirin kekuasaan.
"Sehingga sangat khawatir dan merasa tidak pasti jika mitra koalisinya tiba-tiba berpindah menjadi oposisi. Dalam konteks itulah, kebijakan atas para mitra koalisinya cenderung menjadi ambigu," pungkasnya.