Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

MA Bantah Tudingan ICW

MA Bantah Tudingan Pemborosan Anggaran oleh ICW

Tayang:
Baca & Ambil Poin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --Mahkamah Agung (MA) membantah tudingan Indonesia Corruption Watch (ICW). LSM antikorupsi itu menuding MA melakukan dugaan pemborosan anggaran negara dengan merenovasi ruang sekretaris MA dan acara pisah-sambut ketua MA.

"Semua itu tidak benar, sebaiknya kalau berbicara harus sesuai dengan data, fakta dan bukti yang jelas," tegas Kepala Biro hukum dan humas MA, Ridwan Masyur di Jakarta, Kamis (12/4/2012).

Ridwan menjelaskan, renovasi ruangan sekertaris MA tersebut dilakukan dengan menggunakan dana pribadi dan tidak ada kaitannya dengan penggunaan anggaran negara atau tidak temasuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

Ridwan menerangkan, mengenai inventaris ruang sekretaris MA yang direnovasi, itu merupakan barang-barang pribadi milik Sekretaris MA, Nurhadi yang dibawanya dari kediamannya sendiri.

"Kalau memang menggunakan dana DIPA, pasti di meja atau kursi ada label itu dan itu betul-betul milik pribadi yang ditempatkan disitu untuk kenyamanan seorang sekertaris," terang Ridwan.

Lebih lanjut, Ridwan ingin meluruskan tudingan ICW terkait acara pisah sambut yang dilakukan oleh mantan ketua MA Harifin Andi Tumpa yang menghabiskan kisaran dana sebesar Rp. 1 miliar tidak benar.

"Dana acara tersebut tidak seperserpun menggunakan dana anggaran negara, itu merupakan sumbangan atau patungan dari sahabat, rekan kerja dan mantan anak buah beliau, karena ini merupakan acara internal MA. Jadi tidak mungkinlah kita senaif itu menggunakan biaya negara," tegas Ridwan.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya diberitakan, Wakil Koordinator ICW, Emerson Yuntho Menduga telah terjadi pemborosan anggaran tahun lalu oleh MA.

Pemborosan tersebut terkait dengan pisah sambut jabatan Ketua MA dari Harifin Andi Tumpa kepada Hatta Ali yang menghabiskan Rp1 miliar, serta renovasi ruang Sekretaris MA Nurhadi yang juga menghabiskan dana Rp 1 miliar. "Anggaran MA perlu dikritisi. Jangan sampai beberapa anggaran itu seperti sebelum-sebelumnya, sangat patut dipertanyakan," tegas Emerson.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas