Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat: Ical Memaksakan Diri Jadi Capres 2014

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah menilai Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah menilai Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical terkesan memaksakan diri jadi calon presiden (capres) 2014.

"Padahal survei menyebut Ical dibawah calon lain seperti JK (Jusuf Kalla) dan Akbar Tandjung," kata Iberamsjah, Senin (15/4/2012).

Atas dasar itu, Iberamsjah berpendapat bahwa pencalonan Ical sebagai presiden adalah hal yang aneh.

"Bagaimana dia akan maju capres, masalah lumpur Lapindo saja tidak selesai, apalagi mau selesaikan masalah bangsa. Belum lagi dia masalah lain seperti pertambangan di Kalimantan, perpajakan dan lainnya," ujar Iberamsjah .

Dikatakan Iberamsjah, keputusan Ical menggelar Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus) yang dipercepat 4 bulan dari jadwal semula merupakan trik Ical agar menjadi calon tunggal capres dari Golkar.

"Dia pengen jadi calon tunggal tanpa konvensi. Itu tidak akan laku. Kalau JK capres, Golkar bisa menang. Sosok JK lebih diterima masyarakat ketimbang Ical," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Kata dia, jika Ical dimajukan jadi capres maka Golkar siap-siap saja menerima kekalahan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas