Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tak Mau Berspekulasi Pemerintah Masih Tunggu Hasil Otopsi

Pemerintah Indonesia tidak akan berspekulasi mengenai kematian dan dugaan adanya perdagangan organ tubuh tiga TKI di

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia tidak akan berspekulasi mengenai kematian dan dugaan adanya perdagangan organ tubuh tiga TKI di Malaysia.

Pasalnya, tegas Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar pemerintah masih menunggu hasil otopsi ketiga TKI tersebut yang baru dilakukan hari ini oleh Polri.

“Kita berharap tak perlu spekulasi sebelum hasil otopsi ini clear agar kita tak salah mengambil sikap,” ungkap Muhaimin di sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2012, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/4/2012).

Selain otopsi, pemerintah juga masih menunggu hasil penyelidikan dan pengumpulan data yang tengah dilakukan oleh kementerian Luar Negeri. “Atas dua hal itu baru kita mengambil kesimpulan,” jelasnya.

Ia melanjutkan baru hari ini dilakukan otopsi oleh polri. Hasil otopsi itulah yang akan dijadikan bahan untuk pemerintah melakukan protes atau tuntutan pada pihak-pihak terkait di Malaysia.

“Sembari itu kemenlu sudah melakukan langkah-langkah sejak sebulan yang lalu yaitu untuk melakukan penelaahan peristiwa atas tertembaknya tiga warga negara kita,” lanjut dia menjelaskan.

Ditegaskan, mengenai ketidakwajaran yang dikabarkan beberapa waktu ini, Pemerintah sedang melakukan penyelidikan, apa benar ketidakwajaran itu karena otopsi yang dilakukan di Malaysia.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut ia mengatakan menurut kabar yang diterima, tertembaknya tiga TKI di Malaysia karena kriminal. Namun pemerintah tidak sepenuhnya percaya dan masih mnelakukan penyelidikan.

“Berdasrkan informasi yang masuk karena kriminal. Dan kitapun belum percaya itu, kita masih ngecek itu, itu masih menyelidikinya,” jelas dia.

Bagaimana bantuan terhadap keluarga? “Kita akan bantu keluarganya dan kita tak bisa menindak siapapun. Karena ini berangkatnya pribadi bukan dari kelembagaan atau proses rekrutmen. Istilahnya warga negara yang berangkat biasa. Jadi dia tak punya asuransi dan tidak memiliki lembaga pengiriman,” jawabnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas