Bim-Bim Slank: Kami Buruh di Industri Musik
Bim-bim, Drumer Slank berharap buruh duduk satu meja dengan seluruh pemangku kepentingan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bim-bim, Drumer Slank berharap buruh duduk satu meja dengan seluruh pemangku kepentingan dalam memecahkan persoalan perburuhan di Indonesia.
"Support terus buruh. (Buruh) Harus besar dan kuat," ungkapnya.
Ini karena buruh kerap menjadi pihak yang kalah dalam upaya menuntut hak mereka. Menurut Bimbim demokrasi itu adalah suara terbanyak.
"Suara buruh itu adalah pemenang (terbanyak), tapi keadaanya demokrasi di Indonesia adalah demokrasi pemilik modal. Karena di sini siapa yang punya uang besar, dia yang menang," ujar Bimbim.
Harapannya adalah para buruh kuat, besar dan bersatu yang nantinya akan dapat duduk satu meja dengan bos-bosnya. Saat ini pun Slank menganggap diri mereka sebagai buruh musik dalam industri musik. Karena Slank kuat, bersatu akhirnya dapat duduk satu meja dengan produser.
"Kami harap buruh pun begitu kalau kuat, besar dan bersatu dapat duduk satu meja dengan bosnya," pungkas Bimbim.
Sedangkan harapan Bunda Iffet, yang merupakan manajer dari Slank adalah semoga pemerintah memperhatikan bagaimana nasib kaum buruh saat ini. Dan hendaknya jangan terlalu melarang atau mencekal mereka dalam menyampaikan aspirasinya.
Seperti diketahui, dalam peringatan hari buruh internasional ini, buruh Indonesia menuntut jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia, jaminan pensiun bagi setiap buruh, kemudian menolak kebijakan upah murah, menghapus sistem outsourcing, memberikan subsidi pada buruh dan keluarganya melalu APBN/ APBD, dan menjadikan 1 Mei sebagai hari buruh dan libur nasional.
(Adi/Bahri/Nana/Ikang)
*Silakan baca edisi selengkapnya dengan Tribun Jakarta Digital Newspaper
Baca tanpa iklan